< >

Sekitar 70 Pengunjuk Rasa Tibet Ditahan di Nepal

Kamis, 01 Mei 2008 08:37
Kapanlagi.com - Sedikitnya 70 orang warga Tibet yang berada di pengungsian ditahan di ibukota Nepal, Rabu, setelah pihak berwenang melarang mereka melakukan unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar China, kata polisi.

"Sekitar 70 orang warga Tibet ditahan. Kami akan melepaskan mereka sore ini," kata petugas polisi di tempat kejadian kepada AFP, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Para pengunjuk rasa, termasuk sejumlah biarawati, berkumpul tidak jauh dari gedung kedutaan besar sambil membawa bunga mawar putih dan kuning.

Polisi turut campur segera setelah para pengungsi itu mencoba menembus bagian visa dan perdagangan yang dijaga ketat, menurut laporan wartawan AFP yang berada di lokasi kejadian.

Namun, sejumlah pengunjuk rasa berhasil mencapai pagar dari gedung kedutaan besar itu dan meletakkan buket bunga di depan pagar dengan sebuah pesan, "China! Segeralah sembuh ... dari aksi mencederai hak asasi manusia, dari penyakit membatasi kebebasan media."

"Kami tidak menginginkan kekerasan, itulah sebabnya kami datang dengan bunga dan memberikannya kepada pejabat China," kata Sonam (36).

"Kami bukan musuh dari China. Apa yang kami inginkan adalah perdamaian dan hak asasi manusia di Tibet," kata Pema, seorang pengunjuk rasa yang lain yang membawa beberapa tangkai mawar putih. Keduanya, yang masing-masing hanya memberikan nama panggilan, kemudian dibawa ke sebuah mobil polisi yang telah menanti.

Hampir setiap hari terjadi unjuk rasa di Kathmandu sejak pecahnya kerusuhan bulan lalu di Lhasa, ibukota daerah Tibet, yang diselesaikan dengan penindasan oleh pasukan keamanan China.

Nepal adalah tempat tinggal bagi lebih dari 20 ribu pengungsi Tibet dan sekitar 2.500 lainnya masih terus berdatangan setiap tahunnya ke Kathmandu sebelum menuju Dharamshala di utara India, yang merupakan rumah bagi Dalai Lama dan pemerintah Tibet di pengasingan. (kpl/dar)