Piagam penghargaan MURI tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum MURIB Jaya Suprana kepada Thamsir Rachman di Jakarta, Rabu malam, kepada Bupati Indragiri Thamsir Rachman.
Saat peresmian, sekitar 60 raja, sultan dan pangeran se-Nusantara hadir dan jumlah itu merupakan yang terbanyak sehingga layak masuk dalam buku rekor MURI
"Jarang terjadi ada pembangunan kembali sebuah istana seperti ini. Biasanya yang terjadi hanya renovasi istana yang sudah ada," kata KPHB Gunarso Kusumodiningrat, Ketua Forum Silaturahmi Kraton se-Nusantara (FSKN).
Selain itu, kehadiran para raja, sultan dan pangeran se-Nusantara dalam jumlah besar yang hadir pada satu acara peresmian istana Indragiri tersebut juga merupakan yang pertama kalinya terjadi.
Jaya Suprana mengatakan bahwa peristiwa itu telah memenuhi kriteria unik dan paling sehingga layak masuk dalam buku rekor MURI.
"Saya tidak menyangka apa yang saya kerjakan ini mendapat perhatian seperti ini," ujar Thamsir Rachman.
Dijelaskannya bahwa pembangunan kembali Istana Kesultanan Indragiri itu bukan dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kerajaan Indragiri di dalam NKRI, melainkan hanya untuk melestarikan nilai-nilai budaya Melayu.
Selain itu, katanya, replika tersebut juga bisa dijadikan ikon wisata di Indragiri Hulu dan Provinsi Riau. Di istana tersebut akan disimpan berbagai benda yang berkaitan dengan budaya Melayu serta pusaka peninggalan Kerajaan Indragiri.
Istana Indragiri yang asli sebelumnya telah roboh pada 1964 karena terkena abrasi Sungai Indragiri. Sementara lokasi replika terletak sekitar 100 meter dari lokasi istana yang asli.
Thamsir Rachman mengatakan, gagasannya membangun kembali Istana Indragiri tercetus ketika ia dinobatkan menjadi Raja Muda Indragiri pada 31 September 2001 dan sejak itu ia telah bertekad membangun istana yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Indragiri tersebut.
Pembangunan replika istana yang terletak di kota Rengat itu dikerjakan sejak 2004 dan peresmian dilakukan pada 10 Februari 2008 lalu. (kpl/dar)