Kaka di Jakarta pada Jumat (2/5) mengatakan bahwa album terbarunya akan dirilis dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang. Lagu-lagunya diaransemen dalam irama rock n roll yang kental.
Ia mengungkapkan, untuk pertama kalinya harus menyanyikan lirik lagu berbahasa Jepang, namun ia mengaku berhasil membawakan dengan baik tanpa harus kehilangan karakter sebagai vokalis Slank.
Menurut Kaka, dalam album ini Slank dan The Big Hip melakukan perpaduan kolaborasi yang apik di mana semangat rock n roll sangat menyatu, tanpa tergradasi dengan Japanese rock.
Untuk rencana perilisan album itu, maka pada Sabtu (3/5) besok, Slank akan berangkat ke Jepang. Rombongan grup band itu dijadwalkan berangkat pada pukul 23.45 WIB dengan penerbangan Garuda, dengan nomor penerbangan GA 880.
Slank dan The Big Hip juga akan berkolaborasi dalam konser di dua kota, yaitu Nagoya dan Tokyo. Konser di Nagoya berlangsung pada 5 Mei di Diamond Hall, sedangkan pada konser pada 6 Mei akan berlangsung Liquid Room, Tokyo.
Album kolaborasi ini akan diedarkan lebih dahulu di Jepang, kemudian dirilis di Indonesia pada akhir Mei. Album ini berisi 12 lagu, di mana 10 lagu di antaranya merupakan kolaborasi kedua band.
The Big Hip telah berkenalan cukup lama dengan Slank. Band ini adalah pecahan The Blue Hearts yang pernah populer di Jepang era 1980-an. Kolaborasi kedua kelompok yang digandrungi anak muda ini tampak kompak di atas panggung dalam konser ulang tahun Slank ke-24 di Pantai Karnaval Ancol.
Saat itu, Bimbim menganggap The Big Hip adalah mitra yang baik. Kedua kelompok ini juga bekerja sama dengan baik ketika rekaman album di Jepang pada Ramadhan 2007. "Kita sudah rekaman dengan mereka. Rencananya, awal tahun depan (2008) albumnya dirilis di Jepang dan di sini (Indonesia)," katanya.
Selain album baru, Slank juga sedang mempersiapkan pengambilan gambar film tentang kegiatan mereka. Film yang digarap sutradara Garin Nugroho itu akan dirilis pada akhir tahun ini, tepat pada ulang tahun ke-25 Slank. Menurut Garin, sudah lama ia ingin membuat film tentang Slank karena band ini dinilainya sebagai wakil rakyat sesungguhnya. (*/boo)

Gary Barlow
Mark Owen
Howard Donald
Robbie Williams
Jason Orange









