Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Karimun, Harris Fadillah, Jumat (2/5) mengemukakan hal itu disebabkan sekitar 60% anggaran tersebut diserap untuk pembayaran gaji 3.305 tenaga pendidik.
"Karena itu besarnya biaya yang dialokasi untuk pendidikan, belum dapat menjamin terlaksananya peningkatan mutu pendidikan secara optimal," ucapnya dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Karimun, Kepulauan Riau.
Dia menjelaskan tahun 2007 Pemkab Karimun mengalokasikan dana mencapai 25% yakni sekitar Rp143 miliar tetapi 60% diserap untuk gaji tenaga pendidik.
"Hanya sekitar 40% dana tersebut yang digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan seperti pembelian buku, perbaikan gedung sekolah dan prasarana lainnya," jelasnya.
Belajar pagi
Pada kesempatan itu Harris menjelaskan meski dengan pembiayaan yang terbatas pihaknya terus mengupayakan peningkatan mutu pendidikan dengan mendirikan sejumlah ruangan kelas baru (RKB).
"Tujuannya agar setiap sekolah di Karimun bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar hanya pada pagi hari," jelasnya.
Dia menilai waktu yang paling efektif untuk mengikuti kegiatan belajar adalah pada pagi hari, karena kondisi otak masih segar. Selain itu memiliki banyak waktu untuk mengikuti proses belajar.
"Pada pagi hari satu jam mata pelajaran bisa dilaksanakan selama 45 menit, sedangkan pada sore hari hanya bisa dilaksanakan paling lama sekitar 30 menit," ucapnya.
Pembangunan RKB yang sudah dilakukan hingga tahun 2007 sudah mencapai 80% jumlah ruangan kelas baru yang dibutuhkan siswa.
Jumlah siswa mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA di Karimun tercatat lebih kurang sebanyak 48 ribu siswa yang tersebar di 136 SD, 46 SMP dan 26 SMA. (*/lin)