< >

Personel TNI Bisa Dijadikan Guru

Sabtu, 03 Mei 2008 12:35
Kapanlagi.com - Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bisa dimanfaatkan sebagai tutor, untuk mengajar pada sekolah-sekolah yang ada di daerah terpencil.

"Kalau memang Bengkulu kekurangan tenaga guru, saya bisa saja memanfaatkan personel tentara untuk mengajar. Di sini kan ada Korem 041 Garuda Emas, coba dikoordinasikan dengan Danrem," kata Anggota Komisi X DPR, Ferdi di Bengkulu, Sabtu.

Personel tentara, kata dia, memiliki kemampuan untuk mengajar, tapi tentunya perlu diberi pendidikan terlebih dahulu sebelum diterjunkan, termasuk cara menangani anak didik.

"Kalau tidak dididik dulu, khawatir sikap kerasnya terbawa. Nanti malah ada murid yang ditempeleng," katanya.

Menurut dia, di masa damai seperti sekarang ini dan tentara kembali ke barak, maka anggota TNI relatif tidak ada kegiatan. Paling hanya baris-berbaris.

Karena itu, tidak ada salahnya jika personel TNI dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan.

"Saya kira mudah kalau minta tolong pada tentara. Tinggal diperintahkan dari atas maka sampai ke bawah akan nurut, karena mereka mempunyai sikap disiplin yang tinggi," katanya.

Ia juga menilai, di masa tenang tentara dapat difungsikan untuk menangani bidang pertahanan lain, seperti pertahanan pendidikan.

"Kalau di saat musibah seperti gempa, tentara dan Polri selalu di depan menangani dan memberikan pertolongan, mengapa mereka juga tidak diberikan tugas menjadi tutor," katanya.

Provinsi Bengkulu masih kekurangan guru sebanyak 3.755 orang baik untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) maupun SMA/sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu Heri Syahriar sebelumnya menjelaskan, kekurangan guru terjadi pada semua tingkat sekolah di daerah itu.

Untuk tingkat SD, jumlah guru yang ada saat ini 10.499 orang, sementara kebutuhan 11.542 orang berarti masih kekurangan 1.043 orang. Tingkat SLTP guru yang ada 4.502 orang, kebutuhan riil 6.378 orang, kekurangan 1.876 orang, SMA/sederajat pengajar yang ada 2.763 orang, kebutuhan riil 1.927 orang, kekurangan 836 orang (*/cax)