"Tidak tertutup kemungkinan film itu dicekal (di Batam), berdasarkan hasil kajian," katanya di Batam, Sabtu (3/5).
Ia mengatakan, Batam menuju bandar dunia madani yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keadilan, sehingga hal yang bertentangan dari itu harus dibenahi.
Meskipun warga Batam terdiri atas etnis dan agama yang beragam, namun menurut Walikota, semua mengajarkan nilai moral yang sama.
Sementara itu Wakil Sekretaris Lembaga Adat Melayu Kota Batam, Hardy S. Hood, mendesak pemerintah kota mencekal film yang disebut banyak menampilkan adegan cium. "Harus dicekal, Batam tanah Melayu yang identik dengan Islam," katanya.
Menurut dia, pemerintah harus tegas menjaga moral pemuda-pemudi Batam agar tidak terjerumus budaya buruk. (*/bun)
duh aduh....apa2 ko' dicekal,apa2 g boleh tayang cuma karena banyak adegan cium..tabloid yang menghiasi jalanan yang jaul lebih parah itu toh tetap dilegalkan dgn harga sangat terjangkau,heraaaan dueh
selagi semua itu baik untuk kita semua saya setuju. jangan lupa kalau untuk memperbaiki generasi muda kita agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negatif kita gharus tegas untuk mencegah kepoada yang munkar.
kalau film itu mengkhawatirkan cekal aja pak
saya setuju cekal saja pemerintah jangan takut..
sudah sewajarnya pemerintah turun tanggan melindungi masyarakat dari tontonan yg tidak baik...
dunia senipun juga harus berperan selain menghibur juga andilah dalam mendidik dan mencerdaskan bangsa .
bebas berekspresi/ seni sah sah saja tapi juga harus di junjung juga etika n norma...
rakyat indonesia sudah susah hiburlah dengan tontonan yg sehat bermoral dan mendidik.