Mengawali langkah agresif itu, secara serentak peluncuran layan baru dari Mobile-8 itu dilakukan untuk enam kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar dan Banjarmasin.
Sementara dalam tahap awal, layanan Hepi dapat dinikmati oleh masyarakat di Kota Bandung dan DKI Jakarta.
Peluncuran dipusatkan di Kota Bandung yang dilakukan langsung oleh Menkominfo Mohammad Nuh, Gubernur Jabar H Danny Setiawan, Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar serta manajemen Mobile-8 dan Global Mediacomn Group yang diwakili Group Presiden & CEO Hary Tanoesudibjo.
Pada kesempatan itu, Menkominfo Mohammad Nuh melakukan panggilan pertama atas layanan 'fixed wireless access' (FWA) Mobile-8.
"Pemerintah mendorong perkembangan dan kemajuan operator seluler di tanah air, namun para operator telekomunikasi harus menjunjung etika kompetisi sehingga perkembangannya positif," kata Menkominfo.
Lebih lanjut, Mohammad Nuh meminta para operator seluler di tanah air tidak semata memasarkan produk dalam bentuk layanan telepon, tapi juga membangun pola pikir para pelanggannya.
"Perlu ada nilai tambah dari komunikasi yang dilakukan pelanggan," kata Menkominfo.
Sementara itu Direktur Pemasaran dan Penjualan Mobile-8, Susanto Susili menyatakan, solusi layanan telekomunikasi handal tak hanya dibutuhkan oleh masyarkat yang memiliki aktivitas tinggi, namun juga mereka yang memiliki mobilitas terbatas.
"Hepi merupakan produk layanan telekomunikasi dengan mobilitas terbatas dengan harga yang terjangkau," kata Susanto.
Layanan yang didukung kehandalan teknologi CDMA, layanan Hepi lebih ekonomis dalam pentarifan sehingga terjangkau oleh masyarakat.
"Kami optimis layanan FWA ini masih besar karena penetrasi pasar untuk layanan telekomunikasi di Indonesia baru sekitar 40%, katanya.
Mobile-8 mentargetkan 600 ribu pelanggan hingga akhir 2008. Salah satu terobosannya dengan memberikan tarif promosi Rp1.000 per hari untuk panggilan antar sesama 'Hepi' melalui registrasi ke 2772 serta Rp10 per SMS. (*/bun)