< >

Sektor Perumahan dan Energi Sumbang Inflasi Terbesar di Mataram

Sabtu, 03 Mei 2008 21:21
Kapanlagi.com - Laju inflasi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Januari - A 2008 tercatat 3,23% atau di bawah rata-rata nasional 3,41%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Mariadi Mardiyan, kepada wartawan di Mataram, Rabu (30/4) mengatakan, khusus pada Maret 2008 terjadi inflasi 0,41%.

Inflasi pada Maret akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya enam indeks kelompok barang dan jasa, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,07%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,46%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,73%.

Selanjutnya, kelompok sandang sebesar 1,89%, kesehatan 0,70%, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,18%. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan.

Dikatakan, kelompok yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,18%. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi pada Maret adalah cabe rawit sebesar 0,7184%.

Dari 45 kota yang menghitung indeks harga konsumen (IHK), tercatat 40 kota mengalami inflasi dan lima kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar 1,96% dan terendah di Kota Pangkal Pinang 0,05%. Deflasi terbesar terjadi di Kota Ambon sebesar 2,73% dan terkecil di Kota Palangkaraya sebesar 0,27%.

Menurut Mariadi, sejumlah komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Maret 2008 seperti cabe 0,7184%, minyak goreng 0,2185%, tomat sayur 0,1278%, emas perhiasan 0,0790%, pisang besar 0,0595%, besi beton 0,0465% dan kue basah 0,0288%.

"Sementara komoditi yang memberikan sumbangan deflasi antara lain beras sebesar 0,6269%, daging ayam ras 0,3231%, ikan tongkol 0,0639%, cabe merah besar 0,0229%, dan bawang putih 0,0183%," katanya. (*/bun)