< >

Letusan dan Kegempaan Anak Krakatau Capai 1.000 Kali

Senin, 05 Mei 2008 11:44
Kapanlagi.com - Letusan dan kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, selama dua hari terakhir mencapai 1.000 kali dibandingkan sebelumnya hanya 870 kali,bahkan sepanjang Minggu sempat terjadi gempa tektonik dua kali selama 40 detik.

"Sampai saat ini frekuensi letusan dan kegempaan vulkanik meningkat disebabkan terjadi pembesaran lubang kawah baru di kawasan bukit selatan,"kata Kepala Pos Pemantauan Anton Tripambudi di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang,Minggu malam.

Menurut Anton , letusan dan kegempaan Anak Krakatau diperkirakan terus meningkat sehubungan berlanjutnya pembesaran lubang kawah baru,sehingga petugas belum dapat memastikan kapan akan berhenti total.

Sebab,ujar dia,hingga saat ini letusan dan kegempaan masih berlanjut dengan kemunculan interval antara tiga sampai enam menit.

Namun demikian, lanjut dia, letusan dan kegempaan itu kecil kemungkinan terjadi tsunami. Alasannya, hingga saat ini letusan dan kegempaan Anak Krakatau masih normal juga tidak menimbulkan kepanikan akan terjadi bencana lebih besar.

Oleh karena itu, pihaknya berkali-kali melakukan kegiatan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan warga pesisir pantai Anyer dan Carita bahwa letusan dan kegempaan Anak Krakatau tidak menimbulkan tsunami, seperti yang dialami "ibunya" tahun 1883 lalu yang menewaskan 36 ribu orang lebih warga Banten dan Lampung.

Sosialisasi ini,jelas dia, untuk mencegah informasi sesat yang dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sejauh ini warga pesisir pantai Banten merasa tenang dan tidak termakan informasi yang menyesatkan,walaupun ada isu akan terjadi di perairan Selat Sunda bencana gelombang tsunami akibat letusan Anak Gunung Krakatau.

Ia mengatakan.diperkirakan letusan dan kegempaan Anak Krakatau mengalami kenaikan hingga mencapai 1.000 kali. Selain itu,terkadang mengeluarkan semburan bola api disertai ledakan keras juga kepulan asap dari Anak Gunung Krakatau.

Data sementara di Pos Pemantauan Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, pukul 00.00 sampai 18.00 WIB, petugas mencatat kegempaan 932 kali, yakni vulkanik A (Dalam) sebanyak 38 kali, vulkanik B (Dangkal) 67 kali, letusan 159 kali, tremor 20 kali dan hembusan sebanyak 648 kali.

"Kemungkinan letusan dan kegempaan itu mencapai lebih 1.000 kali karena pukul 18.00 sampai 00.00 petugas belum mencatat alat perekam kegempaan,"ujar Anton Tripambudi. (*/cax)