< >

Kendaraan Tujuan Bali Langsung Menumpuk di Ketapang

Senin, 05 Mei 2008 13:04
Kapanlagi.com - Ratusan kendaraan bersama ribuan penumpang tujuan Bali yang sempat terjebak kemacetan total di jalur pantura Situbondo, menumpuk di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jatim, Senin.

Hal itu terjadi karena dari puluhan kilometer kemacetan kendaraan di jalur pantura kawasan hutan jati Baluran yang terjadi sejak Minggu (4/5) malam, sampai di Pelabuhan Ketapang hampir bersamaan.

Jalur pantura Situbondo sempat macet total untuk dua arah akibat truk trailer W-8022-AU penarik kontainer bermuatan 27 ton ikan untuk ekspor terperosok dalam posisi melintang, menutup badan jalan, dan baru berhasil dipinggirkan pagi hari.

Antrean kendaraan didominasi bus malam/reguler, bus wisata yang di antaranya mengangkut turis asing, truk dan mobil pribadi.

Hampir seluruh areal parkir Pelabuhan Ketapang dipenuhi deretan ratusan bus malam dan bus wisata, baik yang menempuh rute dari arah Surabaya maupun Malang.

"Kapal kita rata-rata berkapasitas kecil, sehingga begitu kendaraan datang serentak harus antre lama. Mudah-mudahan siang ini bisa terangkut semua," kata R Muhammad dari Divisi Operasi ASDP Ketapang.

Namun kendaraan dan penumpang akan terus berdatangan, mengingat bertepatan hari Senin, banyak yang berangkat ke Bali, sehingga sampai sore arus penyeberangan diperkirakan masih padat.

Bus malam Restu Mulya yang mengangkut penumpang dari Tulungagung, Blitar, dan Malang, misalnya, baru bisa masuk kapal untuk diseberangkan setelah menunggu sekitar tiga jam.

Sementara arus kedatangan kendaraan ke Pelabuhan Ketapang tujuan Bali terus mengalir. "Kami berharap pengoperasian kapal feri lancar, sehingga secara bertahap semuanya bisa diseberangkan," ujar Muhammad.

Meski kapal dioperasikan serentak melalui beberapa dermaga, namun proses penyebrangannya tetap dilakukan bergantian, sehingga harus saling tunggu.

Belum lagi harus menunggu kedatangan kapal dari Pelabuhan Gilimanuk yang juga melakukan proses bongkar/menurunkan muatan dan penumpang. Setelah kosong baru mengangkut muatan/penumpang lagi.

Trailer yang terperosok menutup badan jalan pantura di hutan Baluran itu mengangkut Ikan dari Muncar, Banyuwangi, tujuan Surabaya.

Kapolsek Banyuputih, Situbondo, AKP Wahyudi, sebelumnya mengakui bahwa trailer PT Jangkar Pacific penarik kontainer Safmarine ukuran 2,9 x 9,6 meter tersebut kelebihan muatan dan terperosok mundur. Muatan trailer seharusnya maksimal 16 ton, tetapi yang dimuat mencapai 27 ton.

Petugas melakukan upaya memisahkan kontainer dari rangkaian truk trailer, guna membuka akses jalan yang macet total sejak Minggu (4/5) malam.

Kemacetan diwarnai deretan puluhan kilometer kendaraan dari dua arah, yakni hingga kawasan Asembagus dan arah Banyuwangi, Pelabuhan Penyebrangan Ketapang, yang berjarak sekitar 58 kilometer dari Banyuwangi. (*/cax)