UN SMP Dilaksanakan Lebih Berhati-hati
Kapanlagi.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP hari pertama di berbagai daerah berlangsung lancar, meski tetap diwarnai pelanggaran kecil, namun panitia UN umumnya lebih berhati-hati dengan mengambil pengalaman sejumlah kecurangan yang terjadi pada UN SMA beberapa waktu lalu. UN utama SMP/MTs/SMPLB diikuti sebanyak 3.567.472 siswa yang dimulai tanggal 5 Mei hingga 8 Mei 2008 dan UN susulan pada 12, 13, 14, dan 15 Mei 2008. Sebanyak 1.525 siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kabupaten Bolameo Provinsi Gorontalo, mengikuti ujian nasional (UN) dilaksanakan pada 89 sekolah, yang terdiri atas 21 SMP dan 7 MTs, kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional Boalemo, Sherman Moridu. "Kami bertekad pelaksanaan ujian nasional berlangsung baik dan aman, serta sukses," kata Moridu. Untuk itu, ia meminta kepada penyelenggara agar benar-benar menjalankan aturan yang ada, sesuai dengan ketentuan. Menurut dia, pada pelaksanaan Ujian nasional tingkat SLTA beberapa hari lalu, di seluruh wilayah ataupun sekolah di Kabupaten Boalemo, berjalan dengan lancar. Pelaksanaan hari pertama ujian nasional (UN) tahun ajaran 2007/2008 tingkat SLTP pada 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, diikuti sebanyak 73.497 siswa . Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Burhasman Bur, di Padang mengatakan, pelaksanaan UN dimulai sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, karena semua soal sudah sampai pada kabupaten/kota pada Sabtu dan Minggu.. Dikatakannya, pihaknya sudah menginstruksikan kepada pihak sekolah dan tenaga guru yang mengawasi untuk menghindari beredarnya kunci soal salah saat ujian berlangsung. "Kita tidak ingin terulang kasus pelaksanaan UN tingkat SLTP sama halnya dengan UN SLTA beberapa waktu lalu yang ditemukan ada kunci soal salah beredar di sejumlah sekolah," katanya. Kunci soal tersebut sudah diuji, tetapi tidak satu pun yang cocok isinya," katanya sambil menyatakan tindakan tersebut hanya sengaja oleh pihak tertentu ingin mengacaukan pelaksanaan UN. Larangan Kepsek SMPN 18 Padang, Agus Suherman, mengatakan, sekolah telah membuat pengumuman tersebut larangan masuk bagi yang tidak berkepentingan dan diletakkan pada gerbang masuk gedung sekolah. "Kita sudah melakukan upaya antisipasi agar tidak terjadinya kejanggalan dalam pelaksanaan UN," katanya dan menjelaskan, pada hari pertama UN dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia diikuti sebanyak 379 siswa. Tenaga pengawas selain tim independen juga terlihat seorang personil polisi yang menggunakan pakaian dinas berada di lingkungan sekolah. Hal yang sama juga terlihat pada sekolah SPMN 30 Padang. Tempat duduk Sebanyak 13.185 pelajar SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengikuti ujian akhir nasional (UN) tahun ajaran 2007/2008. Pantauan Senin, di Pangkalpinang, kendati UN dilaksanakan tepat pukul 08.00 WIB namun sejak pukul 06.00 WIB terlihat ribuan siswa telah mendatangi lokasi ujian nasional. Mereka datang lebih awal untuk memastikan nomor ujian di sekolah yang telah ditentukan panitia UN. "Saya sengaja datang lebih pagi karena belum tahu nomor tempat duduk,sehingga masih cukup waktu untuk mencari-cari tempat duduk. Kalau besok, mungkin datang tidak pagi lagi karena lokasi ujian dan tempat duduk sudah jelas, jadi tidak khawatir terlambat mengikuti UN,"ujar Syerli,pelajar SMP 1 Pangkalpinang di Pangkalpinang sambil menenteng perlengkapan ujian berupa pinsil 2B serta papan pelapis untuk mengisi lembar jawaban komputer. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Usman Saleh menyatakan, soal-soal UN tahun ajaran 2007/2008 dari berbagai jenjang dijamin tidak akan bocor karena pengamanan cukup ketat dengan melibatkan aparat kepolisian setempat. Untuk itu, dia mengharapkan UN tingkat SMP/MTS ini berjalan dengan lancar tanpa ada kecurangan atau persoalan lain yang dapat merusak kemurnian UN. Cegah kebocoran Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub)DKI Jakarta Prijanto mengatakan, kebocoran soal Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMP dan MTs diharapkan tidak terjadi karena telah dilakukan tindakan pencegahan. "Sampai saat ini tidak ada atau belum ditemukan indikasi kebocoran," kata Wagub seusai melakukan peninjauan UN di SMP 162 Rorotan dan MTsN 5 Cilincing, Jakarta Utara, dan menyatakan pendistribusian soal dijamin aman. Tahun ini, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar Maman Achdiyat menyebut bahwa ada dua siswa SMP yang terpaksa mengikuti ujian di Rumah Sakit. Sementara itu, Mendiknas Bambang Sudibyo menemukan pelanggaran pada pelaksanaan ujian nasional (UN) hari pertama untuk tingkat SMP yang dilakukan seorang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dari sebuah SMP Islam karena dirinya bertindak sebagai pengawas UN untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. "Ibu guru (mata pelajaran-red) apa," tanya Mendiknas yang tiba-tiba menyapa Sri Suharyati, guru bahasa Indonesia itu dalam inspeksi mendadak ke sejumlah SMP antara lain SMP Islam Yayasan Maarif dan SMP Negeri 278 Rawa Bokor Jakarta Barat, Senin. Ibu guru tersebut kemudian menjawab bahwa dirinya guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan secara spontan Mendiknas langsung menyatakan bahwa hal tersebut adalah pelanggaran . "Ini pelanggaran. Tolong catat ya wartawan. Ibu sedang apa di sini, ibu tahu kalau sekarang ini sedang ujian Bahasa Indonesia," tegasnya. Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan, tata cara pelaksanaan pengawasan UN sudah ada standarnya dan sudah berlaku beberapa tahun lalu bahwa guru yang menjadi pengawas tidak dibenarkan berasal dari guru mata pelajaran yang sedang diujikan. (*/cax) |