Para anggota yang merupakan grup suporter, memaksa masuk stadion Parque di Sao Paulo setelah tim mereka menundukkan Ponte Preta 0-5 di final pertandingan kedua, demikian dilaporkan media.
Tayangan televisi menunjukkan para penggemar melemparkan batu, kaleng bir, tongkat dan batu ke arah polisi anti huru-hara.
"Mereka mulai melemparkan berbagai benda," kata kepala polisi Carlos Botelho kepada kantor berita Estado.
Polisi menggunakan gas air mata, peluru karet dan menyemprotkan zat yang membuat mata jadi perih untuk membubarkan suporter.
Terjadi juga keributan pada babak kedua ketika para suporter mulai membakar kembang api sehingga lapangan penuh asap. Polisi bergerak dan bentrok dengan penggemar di tribun penonton.
Selasa pekan lalu, fans juga berkelahi dengan polisi di luar stadion ketika tiket pertandingan terjual habis dan ratusan suporter yang sudah antre semalaman pulang dengan tangan kosong.
Fans melemparkan botol dan batu kepada polisi dan keributan pun tidak terhindarkan di dekat pusat perbelanjaan. (kpl/rsd)