Pejabat itu, yang dilaporkan dekat dengan perundingan tersebut, mengatakan kepada harian pan-Arab yang berpusat di London "Asharq al-Awsat", ia berharap Israel memberikan pernyataan untuk menanggapi usulan gencatan senjata itu, yang disetujui warga Palestina pada Rabu (30/4).
"Kemudian, kedua pihak akan segera melakukan gencatan senjata dan Israel akan membuka seluruh pintu masuk ke Jalur Gaza bagi bahan bakar, bahan bangunan, persediaan makanan, obat dan barang lain", katanya.
Semua unsur Palestina pada Rabu (30/4) setuju merencanakan "masa damai terpadu, menyeluruh dan berkelanjutan, yang dapat diterapkan, pertama di Gaza dan kemudian di Tepi Barat".
Pejabat itu mengatakan, lintasan antara Gaza dan Mesir akan dibuka kembali seiring dengan kesepakatan pada 2005, yang memerlukan keterlibatan pihak berwenang Palestina, pengawas Uni Eropa dan Israel.
"Pembukaan itu akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan 2005 dan jika semua pihak terkait setuju, maka tidak akan ada masalah," kata pejabat itu.
Hamas memberlakukan kendali tunggal atas Jalur Gaza sejak menyingkirkan pasukan Palestina, yang setia kepada Presiden Mahmud Abbas, pada Juni tahun lalu.
Hamas sampai saat ini masih menolak menyerahkan kendali apa pun di Jalur Gaza kepada pihak berwenang Palestina atau mengijinkan pihak Israel mengawasi pelintas melalui video. Kelompok tersebut juga menginginkan pengawas Uni Eropa bertempat di Mesir, bukan di Israel. (kpl/rif)

Masayu Anastasya
Ratu Felisha
Andi Soraya
Lucky Resha
Fairuz A Rafiq


