< >

Pengedar Sabu-Sabu Disergap Saat Transaksi

Selasa, 06 Mei 2008 05:30
Kapanlagi.com - Seorang pengedar sabu-sabu yang sudah lama menjadi target operasi akhirnya berhasil ditangkap saat bertransaksi dengan petugas yang tengah menyamar sebagai pembeli.

Sukeiwan Pranoto alias Acin (33), warga Jl Kebonpring No 19, Kota Cirebon itu tidak berdaya saat polisi yang menyamar langsung menyergap setelah dia menyerahkan satu paket sabu-sabu di Jalan Pekalipan, Kota Cirebon, Senin (5/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi yang terhimpun menjelaskan, dari sejumlah pengedar dan pemakai sabu-sabu yang tertangkap muncul nama Acin, sehingga polisi lalu berusaha menjebak agar bisa muncul dengan membawa sabu-sabu.

Begitu mendapat informasi keberadaan Acin di rumahnya, polisi lalu mengontaknya dan berpura-pura ingin membeli sabu-sabu. Semula Acin curiga, namun setelah menyebut nama pengedar lain yang ternyata barangnya kosong, Acin kemudian percaya.

Setelah tercapai kesepakatan harga, Acin lalu meminta lokasi transaksi di Jl Pekalipan, Kota Cirebon. Tanpa membuang waktu, polisi yang berpura-pura jadi pembeli lalu menunggu di tempat yang telah ditentukan.

Acin langsung menemui pembeli dan menyampaikan satu korek api yang di dalamnya berisi sabu-sabu 0,5 gram. Begitu barang diterima, polisi langsung mengeluarkan identitas sambil meminta agar Acin tidak kabur karena tempat itu sudah dikepung polisi berpakaian preman.

Mendengar perintah diam di tempat, wajah Acin langsung pucat pasi dan tangan gemetar. Tak satu patah katapun keluar saat polisi memborgol tangannya dan memasukkan dalam mobil petugas.

Di hadapan penyidik, Acin mengaku membeli bubuk haram tersebut dari seseorang berinisial An, warga Kota Cirebon.

"Saya biasa beli sebanyak 1 gram seharga Rp1 juta, lalu saya edarkan ke orang lain dalam paket yang lebih kecil," katanya.

Sementara, Kapolresta Cirebon, AKBP Drs Mashudi, melalui Kasat Reserse Narkoba, AKP Ali Mashar SH, didampingi Kanit Narkoba Aiptu Didi mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan dan mencari bandarnya.

"Acin adalah target operasi (TO) kami sejak satu tahun. Dan dia dikenal cukup licin serta susah sekali ditangkap karena mempunyai pelanggan yang sudah tetap, kalau tidak kenal, tidak berani keluar membawa barang," katanya. (kpl/rif)