"PKB itu hanya satu di bawah kepemimpinan Gus Dur, yang lain tanpa dasar termasuk di Jatim," kata Efendy Choiri usai dengar pendapat dengan Sekdaprov Jatim di Kantor Pemprov Jatim di Surabaya, Selasa, bersama anggota Komisi I DPR RI.
Ia mengatakan, Ketua Dewan Syuro PKB Jatim adalah Fuad Amin Imron (Bupati Bangkalan), sedangkan Ketua Dewan Tanfidz adalah Hasan Aminuddin (Bupati Probolinggo).
"Merekalah yang berhak mengambil formulir, ikut Pemilu, Pilkada segala macam. Kalau ada yang lain itu liar, swasta," katanya menegaskan.
Effendy mengemukakan, fakta yang sebenarnya adalah Imam Nahrawi yang mengaku sebagai Ketua DPW PKB Jatim sudah tahu dan melihat kalau ada Musyawarah Luar Biasa dan dia sudah dicarateker.
"Yang menandatangani Fuad Amin dan Hasan Aminuddin adalah Muhaimin Iskandar. Tidak masuk akal, kalau ada PKB lagi, itu palsu, nggak usah direken (diperhitungkan)," katanya.
Menurut dia, kalau KPU ikut memproses yang liar tersebut berarti KPU terlibat konspirasi dan KPU harus ditanya.
Ketika ditanya apa yang akan dilakukan PKB Gus Dur, dia mengatakan, Hasan Aminuddin dan Fuad Amin adalah pejuang-pejuang hebat dan mereka akan menuntut hak-hak-nya dengan berbagai cara.
"Mereka harus kembali ke jalan yang benar, kalau mau diajak kembali, mereka harus mengakui ikrar, baiat, harus menghormati dan menghargai PKB yang konstitusional," katanya.
Effendy Choiri menyangkal kalau dirinya dianggap orang yang membuat kekacauan. "Mereka yang membuat kacau, saya ini menyelamatkan PKB," katanya berdalih. (*/cax)