Advertisement
 
Selasa, 06 Mei 2008 22:23
Hasyim Muzadi Klarifikasi Pernyataan Cagub Jatim Soenarjo
Kapanlagi.com - Ketua Umum PBNU KHA Hasyim Muzadi meluruskan pernyataan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur, DR HM Soenarjo, MSi, yang menilai pernyataannya dalam Harlah ke-62 Muslimat NU di GOR Sidoarjo (27/4) sebagai sikap yang inkonsisten dengan PWNU Jatim yang netral.

"Di Sidoarjo, saya hanya menyebut Ali Maschan dan Khofifah karena hanya dua orang itu yang pamit ke PBNU, sedangkan yang lain saya tidak tahu," katanya per-telepon, Selasa (6/5), menanggapi pernyataan Soenarjo kepada wartawan.

Soenarjo yang juga Ketua Golkar Jatim itu mengaku lebih setuju dengan sikap Cawagub pasangannya, yakni Ali Maschan Moesa (mantan Ketua PWNU Jatim) yang sejak awal tidak akan melibatkan institusi NU dalam upaya pemenangan, namun Hasyim Muzadi dinilai mendukung Khofifah.

Hasyim Muzadi yang juga pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang, Jatim itu mengatakan dirinya tidak pernah menggunakan NU sebagai organisasi untuk dukungan, karena dirinya merasa lebih tahu aturan NU dari orang di luar NU.

"Saya datang ke Sidoarjo, karena acara itu merupakan acara Muslimat yang merupakan banom NU. Untuk deklarasi, saya tidak datang, baik deklarasi Soenarjo maupun Khofifah karena itu merupakan forum partai," katanya.

Menurut Hasyim Muzadi, pihak yang meminta Ali Maschan mundur dari kepengurusan bukan dirinya atau PBNU, melainkan hasil rapat PWNU, karena adanya kontrak jam`iyah yang menjadi urusan intern PWNU, sehingga bukan urusan PBNU.

"Saya sempat menawarkan solusi agar di Jatim tidak ada konflik, bahkan selama berbulan bulan saya mengurusi Ali Maschan dikesankan saya mendukung Ali Maschan. Gambar saya dipakai di JTV (Jatim TV), tapi saya tidak protes, karena Ali Maschan memang kader NU. Khofifah pun tidak protes," katanya.

Oleh karena itu, mantan Ketua PWNU Jatim selama dua periode itu memohon semua pihak tidak mengomentari atau mengadu domba NU hanya karena merasa dirugikan, sebab nantinya hal itu akan semakin merugikan diri sendiri.

Pernyataan Hasyim Muzadi di Sidoarjo (27/4) yang dipersoalkan antara lain bahwa Khofifah pada tahap pra pencalonan telah meminta pertimbangan Rois Aam Syuriah PBNU KHM Sahal Mahfudh.

"Jawabnya, Rois Aam PBNU akan memberikan restu jika Khofifah maju sebagai cagub, tapi jika hanya sebagai cawagub, maka Khofifah dilarang maju. Karena jawaban Rois Aam seperti itu, maka Khofifah tak usah meminta restu lagi ke Ketua (PB NU), sebab Rois Aam adalah pemegang kekuasaan tertinggi di PB NU," katanya.

Selain itu, isterinya Nyai Hj Muthommimah Hasyim Muzadi langsung ikut menjadi tim sukses Khofifah. "Kata istri saya, dia ingin mengalahkan cagub lain yang semuanya pria," katanya.

Namun, katanya, kandidat dari NU untuk mengikuti Pilgub Jatim sebenarnya ada dua orang, yakni Khofifah dan Ali Maschan Moesa, karena Ali Maschan sebelumnya juga telah menyerahkan surat pengunduran diri sebagai ketua PWNU Jatim ke PBNU.

"Jadi secara resmi, dua calon itulah yang kami rekomendasi. Yang lainnya tidak, karena yang lainnya tidak menyerahkan apa-apa (surat pengunduran) kepada kami atau berpamitan," katanya. (kpl/rif)


Penjahat berkepala botak ini jadi musuh utama Superboy. Tak hanya soal menguasai dunia, dia juga berusaha merebut cinta Lana dari Clark Kent. Siapa dia:

Harry Osbourn
Lex Luthor
Lionel Luthor
Pete Ross
Harry Luthor



 

©2003-2008 KapanLagi.com