Hal tersebut dibenarkan oleh Humas RSUD Arifien Achmad, Nuzelly Husnedi, di Pekanbaru, Selasa (6/5). Ia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Minggu lalu (4/5), ketika pasien yang diduga mengalami gagal jantung dilarikan keluarganya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arifien Achmad.
"Saat itu semua keluarga ramai-ramai masuk ke ruang pemeriksaan dan yang menerima dokter F (inisial korban)," katanya.
Menurut dia, pasien saat itu dalam kondisi kritis dan dokter perlu melakukan penanganan cepat untuk memeriksa pasien. Namun, kerja dokter terhambat karena keluarga pasien memaksa untuk tetap di ruangan.
"Dokter F sempat memanggil petugas keamanan untuk meminta pihak keluarga keluar, tapi mereka tetap tidak mau," katanya.
Karena merasa tidak bisa bekerja maksimal, ujarnya, dokter F meninggalkan pasien untuk meminta pertolongan dokter lainnya. Pada saat itulah pasien meninggal dunia, sehingga keluarga pasien langsung mencari dokter tersebut dan mengeroyoknya.
"Kabarnya, jumlah yang mengeroyok enam orang, dokter itu mengaku terkena pukulan di dada," katanya.
Atas peristiwa itu, ia mengatakan pihak RSUD memahami keluarga pasien kemungkinan melakukan pengeroyokan karena emosi dan salah paham. Namun, ia juga menyayangkan kejadian itu karena dokter juga memiliki prosedur khusus dalam penanganan pasien.
"Kami sedang mempertimbangkan apa akan membawa kejadian ini ke kepolisian," ujarnya. (kpl/rif)

Harry Osbourn
Lex Luthor
Lionel Luthor
Pete Ross
Harry Luthor


