Hal tersebut diangkat oleh pers Jepang yang mengutip pernyataan Presiden Hu sesaat setibanya di bandara Haneda, Tokyo, Selasa (6/5), yang memulai kunjungan lima harinya ke Jepang.
"China dan Jepang merupakan dua negara yang penting di Asia dan juga dunia. Hubungan persahabatan yang mantap di masa depan perlu terus dibangun, karena itu merupakan kepentingan mendasar bagi kedua negara dan juga rakyat China dan Jepang," kata Hu.
Kunjungan Presiden Hu juga menjadi simbol keseriusan kedua negara untuk melakukan normalisasi diplomatiknya, setelah 10 tahun lamanya presiden China absen mengunjungi Jepang.
Jepang dan China selama ini dihantui oleh sejumlah sentimen sehingga membuat hubungan keduanya tegang, terutama dalam menginterpretasikan sejarah invasi militer Jepang ke Negeri Tirai Bambu itu.
Lebih jauh Hu menekankan bahwa kunjungannya sebagai "catatan" penting bagi kedua negara mengingat tahun 2008 juga menandai30 tahun ditandatanganinya perjanjian damai dan persahabatan kedua negara. Hal itu merupakan kesempatan untuk meningkatkan hubungan baru yang lebih erat bagi kedua bangsa.
Hu berharap kunjungannya dapat membangun hubungan saling percaya yang lebih dalam dan mengedepankan persahabatan serta kerja sama yang lebih intensif.
"China berharap kerja sama dengan Jepang dapat membuka cakrawala baru kedua negara dalam membangun hubungan yang lebih strategis dan juga saling menguntungkan," kata Presiden Hu lagi.
Selama berada di Jepang, Presiden Hu dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan Kaisar Jepang Akihito dan permaisuri Michiko serta PM Jepang Yasuo Fukuda pada Rabu (7/5) ini.
Selain itu, Hu juga akan mengunjungi sekolah China di Yokohama, melihat daerah bersejarah bangsa Jepang di Nara, serta berbicara di dua universitas terkemuka, Waseda Universitiy dan University of Tokyo. (*/cax)