Seorang pembom bunuh diri, yang mengendarai sepeda motor, meledakkan dirinya ketika dihentikan oleh polisi di sebuah pos pemeriksaan dekat pangkalan militer di distrik Bannu.
"Tiga orang, termasuk satu polisi, mendapatkan kesyahidan sementara pembom bunuh diri tewas dalam ledakan itu," kata pernyataan tentara. Empat orang yang lain juga luka-luka.
Secara terpisah, sejumlah pria bersenjata tak dikenal menembak dua polisi yang menjaga sebuah bank di daerah Matta di distrik Swat yang resah. Keduanya tewas seketika dan penyerang mereka berusaha untuk melarikan diri dari tempat penembakan.
Kedua serangan itu menandai dilancarkannya kembali serangan oleh gerilyawan pro-Taliban yang telah menunda pembicaraan damai 28 April, hanya beberapa pekan setelah pembicaraan itu dimulai oleh pemerintah baru dalam upaya untuk merevisi kebijakan bertangan-keras Presiden Pervez Musharraf.
Gerilyawan, yang bermarkas di daerah kesukuan yang tak patuh hukum di negara itu di perbatasan Afghanistan, mengatakan pemerintah telah menolak tuntutan mereka untuk menarik tentara dari wilayah tersebut.
Daerah kesukuan Pakistan diyakini memiliki tempat persembunyian yang akan bagi pejuang al Qaida dan Taliban yang melarikan diri ke wilayah itu setelah serangan pimpinan-AS di Afghanistan 2001. Pada mulanya, mereka melancarkan serangan lintas-perbatasan terhadap pasukan internasional pimpinan-NATO.
Namun mereka kembali ke Pakistan ketika lebih dari 100.000 tentara bergerak untuk mengetahui kegiatan mereka di daerah perbatasan itu. Lebih dari 1.000 orang telah tewas akibat serangan pembom bunuh diri pada 14 bulan terakhir.
Pembicaraan damai antara gerilyawan pro-Taliban dan Islamabad belum sepenuhnya usai. Kedua belah pihak masih berhubungan melalui sesepuh suku, laporan di harian News melaporkan Selasa.
Beberapa pengamat yakin serangan baru terhadap tentara pemerintah merupakan langkah strategis oleh gerilyawan yang ingin memberikan tekanan pada pemerintah sebelum pembicaraan resmi dimulai lagi. (*/cax)