Laman pendukung pemberontak, Tamilnet.com melaporkan, tentara menghadapi perlawanan sengit ketika melancarkan serangan ganda untuk menembus daerah kekuasaan mereka di Mannar pada Selasa (6/5).
"Kendaraan lapis baja pengangkut tentara dihancurkan ranjau LTTE (Macan Pembebasan Tamil Eelam), menewaskan sedikitnya sembilan tentara dan melukai banyak lagi," kata laman itu mengutip keterangan gembong pemberontak.
Belum ada tanggapan dari kementerian pertahanan, tapi tentara menuduh pemberontak meledakkan ranjau jalanan di Vavuniya pada Selasa (6/5), menewaskan dua penduduk.
Jumlah korban tak dapat diperiksa secara mandiri, karena pemerintah mencegah wartawan dan kelompok hak asasi masuk ke daerah kekuasaan pemberontak.
Pertempuran menghebat sejak pemerintah pada Januari mundur dari gencatan senjata enam tahun dengan Macan Tamil.
Puluhan ribu orang tewas sejak pemberontak tersebut melancarkan perjuangan bersenjata pada 1972 untuk membentuk tanah air mandiri bagi suku kecil Tamil di bagian utara dan timur negara pulau itu.
Jet tempur Srilanka menggempur sasaran pemberontak pada Selasa (6/5), sementara pertempuran darat di bagian utara negara itu menewaskan sedikitnya 17 pemberontak, kata kementerian pertahanan.
Pesawat tempur itu memberikan dukungan udara pada tentara darat ketika mereka baku tembak dengan pemberontak Macan Tamil di Vavuniya, kata pernyataan tersebut tanpa merinci mengenai korban.
Di tempat lain, pasukan keamanan menewaskan 17 pemberontak Macan Tamil dan melukai 22 lagi dalam dua hari pertempuran di bagian utara negara itu, yang berakhir Selasa (6/5).
Korban terahir itu menambah jumlah anggota LTTE tewas oleh pasukan keamanan sejak Januari menjadi 3.407 orang, kata kementerian pertahanan yang juga menyatakan 259 dari tentaranya tewas dalam tugas.
Kedua pihak diketahui menggelembungkan jumlah korban musuh dan mengurangi jumlah korban di pihaknya.
Macan Tamil pada Senin (5/5) menyatakan menewaskan tiga tentara pemerintah dalam serangan terhadap satu pos angkatan laut di daerah barat laut Mannar.
LTTE juga menyita sejumlah senjata dan peluru dari angkatan laut dalam serangan menjelang fajar, kata juru bicara pemberontak, Rasiah Ilanthiriyan.
Pemberontak juga melancarkan serangan senjata berat terhadap sarana angkatan darat dan angkatan laut, kata Tamilnet.com.
Kementerian pertahanan menyatakan, tentaranya "segera melancarkan serangan balasan dan mengejar para pemberontak, yang melakukan perlawanan dengan menjadikan nelayan sebagai tameng".
Pasukan Srilanka membom gudang pemberontak pada Minggu (4/5), sementara pertempuran hebat di wilayah utara negara itu menewaskan sedikitnya 35 pemberontak Tamil dan delapan prajurit.
Jet tempur angkatan udara menjatuhkan sejumlah bom ke sarana penyimpanan dan perbekalan pemberontak di daerah utara, Mullaittvu, yang dikuasai pemberontak.
"Sasaran musuh itu diawasi terus-menerus dan pengintaian udara terakhir menunjukkan kegiatan meningkat di daerah tersebut," katanya.
Pasukan pemerintah juga bertempur dengan pemberontak di daerah Mannar pada hari sebelumnya, menewaskan 35 gerilyawan LTTE dan mencederai 39 lagi.
Delapan prajurit tewas dalam pertempuran itu dan 13 lagi cedera, tambahnya. (kpl/rif)