< >

Jepang Putuskan Melanjutkan Bantuan Bagi Korban Bencana Myanmar

Kamis, 08 Mei 2008 10:43
Kapanlagi.com - Pemerintah Jepang memutuskan untuk melanjutkan bantuan kemanusiaannya ke Myanmar, menyusul semakin meningkatnya jumlah korban yang kini mencapai 23.000 orang tewas akibat bencana angin topan yang melanda negara itu pada Senin lalu (5/5).

Siaran pers Departemen Luar negeri Jepang yang diterima Antara, Kamis, menyebutkan keputusan perpanjangan bantuan dilakukan menyusul permintaan Myanmar yang memang membutuhkan pertolongan dan kerja sama dari komunitas internasional.

"Jepang sudah menyumbangkan berbagai kebutuhan bagi para korban seperti selimut, tenda darurat, tandu darurat, dan berbagai peralatan lainnya untuk membantu para korban," kata pejabat Departemen Luar Negeri Jepang.

Bantuan yang telah diberikan Jepang ke Myanmar senilai 36 juta yen atau setara Rp450 juta.

Sejak akhir pekan lalu sejumlah wilayah di Myanmar, termasuk ibukota Myanmar, Yangoon, terkena serangan badai dan gelombang besar yang diakibatkan angin topan dahsyat. Diperkirakan 40.000 orang menjadi korban dan 23.000 orang lainnya tewas.

Bencana hebat yang melanda Myanmar itu semakin parah dengan terus bertambahnya korban tewas yang diperkirakan oleh diplomat Amerika serikat di Yangoon bisa mencapai 100.000 orang.

Badai topan tersebut telah memporakporandakan bangunan pemerintah, sekolah dan rumah sakit-rumah sakit, serta rumah-rumah penduduk.

Berbagai fasilitas umum lainnya, seperti jaringan transportasi juga rusak parah. Rakyat kini menderita kekurangan air bersih dan bahan makanan. Belum lagi minimnya tempat-tempat penampungan bagi para korban, sehingga menambah penderitaan rakyat Myanmar.

Setelah terjadinya bencana, Jepang memutuskan membantu mengirimkan tenda-tenda darurat, berbagai generator pembangkit listrik dan fasilitas darurat lainnya ke Myanmar.

Jepang sendiri sebelumnya telah menghentikan berbagai proyek bantuan ke Myanmar, menyusul penembakan wartawan Jepang, Kenji Nagai, oleh tentara Myanmar saat meliput kerusuhan Yangoon pada September 2007. (*/cax)