< >

Aktivitas Bandara Biak Normal Meski Ada Pemogokan Pekerja Angkasa Pura

Kamis, 08 Mei 2008 11:51
Kapanlagi.com - Aktivitas keberangkatan serta kedatangan penumpang di Bandar Udara (Bandara) Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor,Papua, Kamis, berjalan normal meski para pekerja PT Angkasa Pura I masih melakukan mogok kerja di hari kedua mogok massal yang mereka gelar sejak Rabu (7/5).

Pantauan di Bandara Frans Kaisiepo, Biak, Kamis subuh, kedatangan pesawat Merpati dan Garuda dari Bandara Hasanuddin Makassar ke Biak tetap normal seperti biasanya. Pesawat mendarat sekitar pukul 05.00 WIT.

Beberapa penumpang yang tiba ke bandara Frans Kaisiepo maupun berangkat ke Jayapura atau ke daerah lain dengan menggunakan maskapai penerbangan Garuda dan Merpati tetap mendapatkan pelayanan secara baik dan lancar.

Sales Manager Garuda Indonesia Cabang Biak, Joseph W.Rieuwpassa saat dikonfirmasi menyatakan, para penumpang pesawat Garuda tetap terbang meski ada aksi mogok para pekerja PT Angkasa Pura I bandara Frans Kaisiepo Biak.

Hingga Kamis pagi, di sekitar area bandara Frans Kaisiepo Biak masih terlihat sejumlah pekerja PT Angkasa Pura I Biak masih melakukan pekerjaan rutinitasnya seperti menarik iuran kendaraan masuk di depan pintu masuk bandara dengan mengenakan seragam lilitan pita hitam di bagian bahu tangan.

Sejumlah aparat keamanan TNI/Polri yang berpakaian seragam dan preman terus memantau area pelayanan keberangkatan dan kedatangan bandara Frans Kaisiepo Biak sejak aksi mogok kerja massal dilakukan pekerja PT Angkasa Pura I mulai, Rabu, 7 Mei hingga Jumat 9 Mei 2008.

Sebelumnya, Kepala Bagian Operasi Polres Biak Numfor, AKP Reinhard Leaua mengakui, pihak kepolisian sudah menempatkan personel Polri untuk membantu kelancaran aktivitas di bandara Frans Kaisiepo Biak terkait dengan aksi mogok kerja karyawan PT Angkasa Pura I.

"Tugas Polri UU Nomor 2 tahun 2002 yang menetapkan Polri berperan selaku pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Termasuk mengamankan fasilitas bandara yang menjadi objek vital dan pelayanan publik,"ungkap AKP Reinhard. (*/cax)