< >

Jelang Kenaikan BBM, Permintaan SPBU Mulai Tak Wajar

Kamis, 08 Mei 2008 11:51
Kapanlagi.com - Permintaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) kepada Pertamina mulai tak wajar menjelang kenaikan tarif BBM.

"Kami mencurigai permintaan yang tak wajar itu memberi peluang kepada para spekulan untuk melakukan penimbunan," kata Wira Penjualan Depot Pertamina Unit Pemasaran V Kediri, Jawa Timur, Aji Anom, Kamis.

Menurut dia, kenaikan permintaan itu bisa dua hingga tiga kali lipat dari pasokan normal antara 16 hingga 20 ribu liter per hari.

"Saat ini kami mulai mendata beberapa SPBU dari 120 SPBU yang ada di eks karesidenan Kediri yang mengajukan permintaan luar biasa itu," katanya.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya hanya berwenang menindak beberapa SPBU nakal, sedang yang berwenang menangani masalah penimbunan adalah pihak kepolisian.

Menanggapi antrean panjang di sejumlah SPBU di Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek, Aji Anom menganggap sebagai kepanikan sesaat masyarakat menyusul pengumuman pemerintah mengenai rencana kenaikan BBM.

"Sebenarnya persediaan BBM yang ada di Pertamina aman-aman saja. Sama seperti dulu, persediaan BBM yang ada di Depot Pertamina Kediri sebanyak 850 kilo liter per hari untuk premium dan 300 sampai 400 kilo liter untuk solar," katanya.

Selain itu, antrean panjang di SPBU juga disebabkan adanya keterlambatan pembayaran pihak SPBU kepada Pertamina. Selama ini Pertamina menerapkan sistem pembayaran di muka sebelum barang dikirim (cash before delivery).

Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Kediri, di antaranya di Jalan Semeru, Jalan Mayor Bismo, dan Jalan Dokter Sahardjo.

"Karena stok terbatas, maka kami pun membatasi permintaan setiap kendaraan untuk pemerataan," kata Budi, petugas pengisian di SPBU Jalan Semeru.

Menurut dia, SPBU Jalan Semeru mendapatkan pasokan BBM sebanyak 16 ribu liter dalam 24 jam. Namun sejak Rabu (7/5) sore, persediaan BBM di SPBU yang berjarak beberapa meter dari Terminal Tamanan, Kota Kediri itu sudah habis. (*/cax)