Nelayan Pantai Kenjeran Takut Melaut

Kapanlagi.com - Sejumlah nelayan di Pantai pesisir utara (Pantai Kenjeran), Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, masih enggan melaut karena khawatir akan datangnya lagi pasang air laut, diperkirakan dalam pekan ini.

Salah seorang nelayan, Nur Ali Sodiki, warga Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, mengatakan sejak terjadinya air pasang laut yang disertai angin kencang pada Rabu (7/5), para nelayan mengurangi aktivitasnya di laut.

"Ombak di laut besar, saya masih masih takut melaut," katanya di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, baru kali ini dalam setiap tahunya air pasang laut telah menghancurkan sejumlah rumah penduduk yang berada dipinggir pantai Kenjeran.

Air laut meluap dan disertai angin kencang tersebut mengakibatkan sejumlah rumah di sekitar pantai Kenjeran rusak. Adapun rumah rusak itu berada di Kecamatan Bulak meliputi Kelurahan Sukolilo, Kelurahan Kenjeran dan Kelurahan Kedungcowek.

Hal yang sama juga dialami, nelayan pantai Kenjeran, Abdul hamid, warga Kelurahan Kedungcowek, Kecamatan Bulak yang juga enggan untuk melaut.

"Udara di laut belum stabil, dimungkinkan masih ada gelombang air pasang susulan," katanya.

Namun demikian, kata dia, sejumlah nelayan masih nekat untuk melaut. Hal itu dilakukan karena dianggapnya sudah terbiasa dan juga untuk menghidupi keluarganya.

Sementara itu, prakirawan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, Bambang Setiajid mengatakan pasang air laut yang terjadi di Surabaya dan daerah lain di Jatim tertinggi di bulan Mei 2008 yakni dengan ketinggian mencapai 150 centimeter.

Ketinggian puncak pasang di tiap-tiap daerah berbeda-beda seperti halnya di Kalianget dan Pamekasan ketinggian puncak pasang laut sekitar 120 centimeter, Banyuwangi 130 centimeter, dan Trenggalek 120 centimeter. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com