"Pembicaraan Presiden RI dengan Bill Gates tidak mengarah kepada hal tersebut (adanya kerjasama) tetapi lebih mengarah kepada apa komitmen pemerintah Indonesia mengenai TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), apa strateginya dan bagaimana Microsoft bisa mendukung program tersebut. Itu agenda utamanya," kata Tony Chen di Jakarta, Kamis (8/5).
Apabila nanti pemerintah Indonesia menawarkan sebuah kerjasama, Tony mengatakan Microsoft akan mempertimbangkannya lebih dahulu.
"Kami akan melihat area mana yang kami kompeten dan area mana yang bisa kami beri dukungan. Tidak semua kami sanggup," lanjutnya.
Dia mengatakan, Microsoft telah berkomitmen kepada pemerintah untuk memperkuat program filantropi yang selama ini telah dilakukan di Indonesia oleh vendor piranti lunak komputer terbesar di dunia itu.
"Kalau kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Microsoft itu sudah sejak lama. Di Indonesia, Microsoft sudah berdiri 12 tahun lebih dan kerjasama kedua belah pihak itu akan terus kita kembangkan. Dan dengan kunjungan Bill Gates ini, kerjasama justru akan kita kembangkan dan kita perluas terus," kata Tony.
Tony mengatakan, dirinya juga telah melaporkan berbagai program filantropi Microsoft di Indonesia, seperti program filantropi bidang pendidikan, yaitu partner in learning yang selama lima tahun pelaksanaannya telah melatih 180 ribu guru dan 7,5 juta siswa di Indonesia.
Selama lima tahun pelaksanaannya, Tony Chen enggan untuk menyebutkan total dana yang telah dikeluarkan oleh Microsoft dan berapa target peserta pelatihan program Partner In Learning yang akan dicapai.
"Saya tidak tahu berapa kisaran angkanya (dana yang telah dikeluarkan). Dalam lima tahun ini sekitar beberapa juta dolar Amerika. Kami tidak menargetkan jumlahnya yang telah ikut, tetapi kalau jumlah ini bisa dilipatgandakan akan bisa memberikan manfaat jauh lebih besar kepada masyarakat," jelas Tony.
Sementara, Menkominfo Muhammad Nuh yang ditemui usai menjadi pembicara dalam GLF tersebut mengatakan, pemerintah tidak memposisikan diri untuk meminta bantuan kepada Bill Gates.
"Kita tidak menempatkan diri sebagai penerima bantuan, tetapi kita harapkan adanya kerjasama dengan Microsoft," kata Nuh.
Akan tetapi, dia tidak merinci bentuk kerjasama yang diharapkan dengan Microsoft karena baru akan dirapatkan dengan Presiden Yudhoyono.
Nuh mengatakan, pada bulan Mei ini Indonesia kedatangan dua petinggi perusahaan industri komputer, yaitu pendiri Microsoft Bill Gates pada forum GLF dan CEO Intel Craig R Barret pada 14-16 Mei dalam acara Intel World Ahead .
Dia mengatakan, kedatangan dua pejabat penting industri komputer tersebut menandakan bahwa Indonesia merupakan pasar penting di kawasan Asia Pasifik.
"Maknanya bagi pengembangan TIK bahwa Indonesia mempunyai pasar yang luar biasa," kata Nuh. (kpl/rif)