
Seperti saat manggung mengisi acara lomba paduan suara 'Peringatan Hari Kartini dan 100 Tahun Kebangkitan Nasional' lalu, di Gedung Departemen Menteri Budaya dan Pariwisata, Kamis (8/5). Dimana nama Wisnu dielu-elukan para peserta lomba.
Tak hanya itu. Tidak lama lagi Aralus yang dalam bahasa Sunda berarti 'indah' ini akan berangkat ke Malaysia untuk membawa misi dari MenbudPar. "Tentu seneng banget, bisa membawa rasa nasionalisme keluar. Dan kita bangga bisa menjadi representasi bangsa kita," ujar Wisnu antusias.
Pastinya ini akan menjadi modal kuat bagi Wisnu dan kawan-kawannya untuk berkiprah di dunia musik, khususnya pada level nasional, yang dapat ditandai dengan peluncuran albumnya kelak.
"Memang ada ancang-ancang ke arah sana. Dan pinginnya setiap mengerjain sesuatu kita bisa total. Tapi buat sementara kita sepakat untuk seperti ini dulu," ungkap Wisnu.
Secara urut, Wisnu disebut personil Aralus Voice paling bungsu. Sebab Wisnu baru masuk satu tahun lalu saat ketemu di Farabi. Sementara Aralus Voice sudah berdiri sejak dua tahun lalu.
"Kita pilih Wisnu karena karakter suaranya sama dengan kita. Dan dia cepat belajar," terang Putra.
Sementara untuk musikalitas, Aralus Voice, diwakili Amien, menyatakan tak bisa mengkotak-kotakan jenis musik yang mereka bawakan. "Itu semua kita kembalikan pada para pendengar seperti apa musik yang kita bawakan," kata Amien lugas. (kpl/ant/tri)
Lihat Profil: Teuku Wisnu