Namun di antara kontestan tak ada wakil dari Bali sehingga membuat Dirut TPI, Sang Nyoman Suwisma kecewa sekaligus prihatin. Pasalnya sejak mulai diberlakukan polling SMS pada babak sebelumnya, pria berusia 59 ini selalu menyisihkan dana untuk SMS bagi perwakilan dari Pulau Dewata.
"Jagoan dari Bali yang saya jagokan ternyata tidak masuk babak selanjutnya. Padahal saya kirim seribu SMS untuk dia. Saya juga sayangkan SMS dari Bali tak banyak. Walau pun naik hanya sedikit sekali tapi jika peserta lain naik terus. Saya jadi prihatin. Saya sebetulnya ingin menggairahkan masyarakat dangdut di Bali," urai pria yang berulang tahun 10 Mei ini.
Pada kesempatan itu Nyoman, demikian disapa keseharian, meminta agar para kontestan dapat menyesuaikan goyangan dengan usianya saat di atas panggung nanti. "Jangan goyang ala orang dewasa. Saya yakin dengan goyangan lain juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Ya, disesuaikan dengan zaman," harapnya saat dijumpai di Crown Hotel belum lama ini. (kpl/opa)