< >

Jepang Sangkal Minta Bantuan Korsel Soal Penculikan

Sabtu, 10 Mei 2008 06:46
Kapanlagi.com - Pejabat pemerintah Jepang pada Jumat (9/5) menyangkal laporan media bahwa Jepang meminta Korea Selatan menjadi penengah guna mengatur pertemuan antara orang tua warga Jepang korban penculikan oleh Korea Utara dengan cucu perempuan mereka, yang saat ini tinggal di negeri tertutup itu.

"Laporan media itu tidak didasarkan pada kenyataan," kata Ketua Sekretaris Kabinet Nobutaka Machimura dalam jumpa pers.

"Tulisan itu sangat disayangkan, mengingat perasaan keluarga Yokota," katanya merujuk pada orang tua korban penculikan, Megumi Yokota.

"Yomiuri Shimbun" dalam terbitan Jumat paginya mengabarkan bahwa Kyoko Nakayama, penasehat khusus Perdana Menteri Yasuo Fukuda mengenai masalah penculikan, meminta pemerintah Korea Selatan membantu mengatur pertemuan di Korea Selatan antara Shigeru dan Sakie Yokota, yang tinggal di Jepang, dengan anak perempuan Megumi dan mantan suaminya.

Dengan mengutip sumber berhubungan dekat dengan hubungan Jepang dan Korea Selatan, tulisan tersebut menyebutkan bahwa Nakayama menyampaikan permintaan itu saat berkunjung ke Seoul bulan lalu dan menyampaikan niatnya untuk mengembalikan sisa abu pembakaran, yang diberikan Korea Utara kepada Jepang pada 2004 dan disebut sebagai sisa jasad Megumi, kepada Korea Utara jika pertemuan itu terwujud.

Nakayama menyangkal menyampaikan hal itu kepada Korea Selatan ketika berkunjung ke Seoul pada 25 April lalu serta berkata kepada wartawan bahwa sekalipun dia peduli dengan keinginan pasangan Yokota untuk bertemu dengan cucu perempuan mereka, itu bukan hal yang dapat diwujudkan dengan meminta bantuan pemerintah Korea Selatan untuk mengaturnya.

Nakayama juga mengatakan, masalah abu sisa kremasi bahkan tidak disebutkan dalam perundingan dengan pejabat dan ia mengulang pernyataan kebijakan pemerintah Jepang adalah tidak akan mengembalikan mereka ke Korea Utara. (kpl/rif)