< >

Sudan Putuskan Diplomatik Dengan Chad

Minggu, 11 Mei 2008 17:22
Kapanlagi.com - Sudan, Minggu (11/5), memutuskan hubungan diplomatiknya dengan tetangganya, Chad, demikian radio swasta Omdurman, yang mengutip apa yang disebutkan dukungan N`Djamena bagi serangan pemberontak Darfur di sebelah utara ibukota Sudan, Khartoum.

"Sudan telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Chad, karena dukungannya bagi serangan pada Sabtu terhadap kota kembar ibukota, Omdurman, di seberang Sungai Nil," kata stasiun radio tersebut.

Presiden Sudan Omar Al-Bashir, Ahad, mengumumkan satu keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Chad, dan menganggap Chad bertanggung jawab atas serangan yang dilancarkan oleh pemberontak Darfur terhadap ibukota Sudan, Sabtu.

"Sudan menganggap Chad bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi dan berhak menanggapi," kata Presiden Sudan dalam pidato kepada rakyat Sudan.

Ia memuji sikap Angkatan Bersenjata Sudan (SAF), polisi, berbagai partai politik dan rakyat Sudan, yang, ia katakan, telah "berdiri tegak mengenai masalah Darfur dan menentang agresi".

Pada Sabtu, satu kelompok militan dari kelompok pemberontak Gerakan Persamaan dan Keadilan (JEM) menerobos ke Daerah Omdurman di sebelah barat-laut Khartoum dan bentrok dengan personil SAF serta pasukan polisi.

Pemerintah Sudan mengumumkan bahwa militer dan polisi telah menghancurkan upaya pemberontak untuk menerobos ke dalam ibukota dan melancarkan kegiatan sabotase di sana, menewaskan dan menangkap sejumlah penyusup.

Itu adalah untuk pertama kali bagi pemberontak di Darfur untuk memasuki Khartoum dan melancarkan serangan di sana sejak konflik berdarah meletus di wilayah Sudan barat, yang bertetangga dengan Chad pada Februari 2003.

Pemerintah Sudan telah berulangkali menuduh N`Djamena mendukung dan memberi bantuan bagi gerakan pemberontak di Darfur, tapi pemerintah Chad telah membantah tuduhan tersebut.

Pada Sabtu, pemerintah Chad membantah "semua keterlibatan" dalam serangan terhadap ibukota Sudan, Khartoum, oleh pemberontak Darfur, kata juru bicara pemerintah Mahamat Hissene.

"Pemerintah membantah semua keterlibatan dalam petualangan ini yang dikutuknya ..., tak peduli siapa yang bertanggung jawab," kata Hissene dalam suatu pernyataan.

"Pemerintah Chad, yang sejak dulu, selalu mendukung berbagai upaya bagi perdamaian di Sudan dan di wilayah ini, mendorong pemerintah dan oposisi (pemberontak Sudan) agar mempertahankan suara dialog," demikian antara lain isi pernyataan tersebut.

Namun anggota senior Partai Kongres Nasional Sudan Kamal Obeid sebelumnya menuduh Chad terlibat dalam serangan tersebut. (*/boo)