< >

Bentrokan di Kashmir Tewaskan Tujuh Orang

Senin, 12 Mei 2008 08:46
Kapanlagi.com - Tujuh orang tewas Minggu dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan gerilyawan di Kashmir India, kata polisi.

Menurut polisi, sejumlah gerilyawan menerobos masuk ke rumah seorang aktivis politik di sebuah desa di distrik Samba, sekitar 400 kilometer sebelah selatan Srinagar, kota utama Kashmir, dan membunuh pria itu dan istrinya.

Kelompok gerilyawan tersebut kemudian pergi ke sebuah rumah lain, di mana mereka dikepung oleh prajurit-prajurit India. Seorang wartawan foto lokal, seorang penduduk desa dan seorang prajurit tewas dalam tembak-menembak selama 12 jam, kata polisi.

Perwira polisi senior Farooq Ahmed mengatakan, dua gerilyawan juga tewas dalam insiden tersebut.

"Pasukan keamanan menyerbu rumah itu dan menyelamatkan enam sandera, termasuk dua anak," kata Ahmed kepada Reuters melalui telpon.

Sedikitnya 12 orang cedera dalam peristiwa itu, yang terjadi dua hari setelah pasukan menggagalkan upaya orang-orang yang diduga gerilyawan untuk menyeberang masuk ke wilayah Kashmir India dari Pakistan.

Sejumlah pejabat India mengatakan, gerilyawan separatis yang memerangi kekuasaan New Delhi di wilayah Himalaya yang terbelah itu berusaha menyeberangi perbatasan dari Kashmir Pakistan, meski kekerasan turun setelah kedua negara yang bertetangga itu meluncurkan sebuah proses perdamaian pada 2004.

Dalam insiden terpisah, pasukan menembak mati dua gerilyawan di daerah Kupwara pada Minggu, sebelah utara Srinagar, kata polisi.

Para pejabat mengatakan, lebih dari 43.000 orang tewas sejak pemberontakan melawan pemerintahan New Delhi meletus di Kashmir pada 1989. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyebutkan bahwa sekitar 60.000 orang tewas atau hilang dalam konflik tersebut.

Kelompok-kelompok separatis berjuang bagi kemerdekaan Kashmir dari India atau penyatuannya dengan Pakistan. Kashmir merupakan satu-satunya negara berpenduduk mayoritas muslim di India yang sebagian besar penduduknya beragama Hindu.

New Delhi menuduh Pakistan membantu pemberontak Kashmir India. Islamabad membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri. (*/cax)