
"Di sini sama sekali tidak ada pencekalan untuk film ML. Penundaan film ini karena keinginan dan inisiatif dari produser, Jadi penundaan ini masih perlu diperhalus lagi oleh pihak produser," jelas Ketua LSF Titi Said di Gedung PPFN, Senin (12/5).
LSF, sendiri menurut Titi Said, telah melakukan fungsinya sesuai dengan UU no 8 thn 92 tentang perfilman dan PP no 7 thn 94. Hasilnya LSF memotong film ML sepanjang 15 meter.
Shanker selaku produser mengatakan penundaan ini karena terbentuknya opini negatif masyarakat terhadap film tersebut oleh trailer yang beredar sebelum masuk ke LSF.
"Jadi masyarakat sudah mem-prejudice. Padahal film ini misinya pendidikan untuk kampanye anti seks bebas," ujar Shanker. Kalaupun muncul kabar akan ada boikot film tersebut di beberapa daerah, menurut Shanker, itu hanya soal sosialisasi.
Sementara Ferry Irawan salah satu aktor film ML bersama Ratu Felisha dan Five Vi, mengungkapkan bahwa selama pemotongan film tersebut pihak produser sudah sangat kooperatif.
"Jadi kalau setiap kali dipotong, produser sama sekali tidak keberatan," ujar Ferry.
Untuk selanjutnya, pihak Indika akan melakukan sosialisasi ke masyarakat. "Tidak mungkin saya bikin film yang tidak tayang," tandas Shanker. Apalagi film ini, menurutnya, banyak membawa nilai–nilai pendidikan. Jadi diharap masyarakat percaya dengan LSF sebagai lembaga yang kapabel menjalankan tugasnya. "Kalau soal opini itu terserah masyarakat," pungkasnya. (kpl/ang/tri)
Lihat Profil: Shanker, Ratu Felisha, Five Vi, Ferry Irawan, Thomas Nawilis