Bentrokan yang meletus Ahad di wilayah Samba, Himalaya, 70 kilometer di selatan ibukota musim dingin Kashmir, Jammu, itu terjadi setelah aksi kekerasan di sana merosot tajam pada beberapa bulan terakhir ini.
Tiga penduduk sipil, seorang wartawan foto, dua orang tentara dan dua anggota kelompok militan tewas, kata Letjen Vinay Sharma, yang menyaksikan operasi pembalasan terhadap pemberontak itu.
Kelompok Al-Mansooria yang pro Pakistan dalam percakapan per telpon dengan satu organisasi media setempat mengatakan, kelompok militan tersebut melakukan serangan pada saat pemberontak menyandera sedikitnya lima orang.
Juru bicara Al-Mansooria Amir Mir menolak untuk bertanggung jawab atas kematian para korban sipil itu, seraya mengatakan bahwa kelompoknya menargetkan tentara India yang telah berperang dengan pemberontak di wilayah itu sejak 1089.
"Kami tidak bertanggung jawab atas korban sipil, yang meninggal pada saat serangan berlangsung antara pihak militer dan pemberontak, kata Mir.
Aksi kekerasan turun tajam di Kashmir India sejak proses perdamaian diluncurkan pada Januari 2004, namun para pejabat India mengatakan para militan masih berusaha menyeberang ke wilayah Himalaya untuk memperpanjang pemberontakan.
Menteri luar negeri India berencana akan berkunjung ke Pakistan pada akhir bulan ini, untuk meninjau kembali dimulainya proses dialog yang berjalan lamban oleh pihak-pihak yang bermusuhan.
Kedua negara yang berkemampuan senjata nuklir melakukan serangan balas-membalas artileri dan senjata mesin secara rutin sampai gencatan senjata November 2003, yang masih berlangsung di wilayah yang disengketakan dan memicu dua dari tiga kali perang mereka. (*/cax)