Tim SAR dari Satbrimob dan Satpolair Polda Bali itu, disiapkan dalam kondisi siaga penuh di markas di Denpasar, termasuk sejumlah peralatan pendukungnya.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban di Denpasar, Senin mengatakan, guna menunjang kesiapsiagaan tim SAR, telah dioperasikan satu unit perangkat komunikasi yang khusus digunakan untuk memonitor kejadian bencana di berbagai daerah.
Dikatakan, begitu ada informasi tentang terjadinya bencana, baik itu tanah longsor, banjir maupun gelombang pasang yang disampaikan lewat perangkat komunikasi yang tersedia, tim SAR akan langsung diluncurkan ke tempat kejadian.
"Mereka akan digerakkan dengan beberapa unit truk dan kendaraan lain ke lapangan," kata Kabid Humas.
Ditanya tentang tidak digunakannya helikopter, Kombes Reniban mengatakan bahwa pihaknya belum punya kendaraan udara model itu.
"Kalau ada heli sih enak, bisa lebih cepat tiba di lokasi kejadian," katanya menambahkan.
Kabid Humas mengungkapkan, Polda Bali memang sempat mengoperasikan helikopter dalam beberapa kali kesempatan, namun pesawat itu khusus didatangkan dari Mabes Polri.
Ia mengatakan, penyiagaan tim SAR yang dapat digerakkan secara cepat belakangan ini, dilakukan setelah di sejumlah daerah Pulau Dewata sempat terjadi bencana, baik di wilayah barat maupun perairan laut.
Di laut, belakangan ini muncul gelombang besar yang sempat "menyapu" sejumlah nelayan yang sedang menangkap ikan dengan perahunya. (*/cax)