"Keandalan pesawat itu telah terbukti oleh beberapa negara yang menggunakannya," kata Ketua Komite Pertahanan Parlemen Republik Ceko, Jan Vidim, saat bertemu Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, seperti dikutip Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen di Jakarta, Senin (12/5).
Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Udara (AU) tengah mengevaluasi dan mengkaji penggantian empat jenis pesawat tempur yang dimilikinya, yakni OV-10 Bronco, Hawk MK-53, F-5 Tiger dan F-16 Fighting Falcon.
Pesawat MK-53 adalah pesawat serba guna, dan TNI AU sekarang ini memiliki dua skuadron pesawat Hawk 100/200 buatan Inggris yang lebih maju teknologinya. Pesawat OV-Bronco adalah pesawat tempur pendukung serang darat buatan AS, sedang F-5 Tiger juga buatan AS.
Selain L-159, Indonesia tengah mengkaji sejumlah pesawat tempur sebagai pengganti MK-53 itu, di antaranya adalah K-01 dari Korea Selatan dan K-8 dari Cina.
Keputusan pemerintah Indonesia untuk membeli L-159 tersebut kini tengah digodok di Departemen Pertahanan (Dephan).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara yang telah dirintis sejak 1960. (kpl/rif)