"Banyaknya pengusaha China yang ingin datang dan ingin menanamkan modalnya ke Indonesia membuktikan Indonesia masih menjadi pilihan dan menarik bagi investor asing untuk menanamkan modalnya," kata Dubes RI untuk China, Sudrajat, di Beijing, Senin (12/5).
Hal tersebut dikemukakan Sudrajat menjelang keberangkatannya ke Jakarta untuk menghadiri Forum Investasi yang akan berlangsung 15-16 Mei 2008 di Gedung Departemen Perindustrian, Jakarta, dan dihadiri 150 pengusaha dari 90 perusahaan China dan bertemu dengan lebih 300 pengusaha dan pemda Indonesia.
Ia mengatakan, masih besarnya minat dan kepercayaan calon investor dan pengusaha China yang menginginkan berinvestasi di Indonesia hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dijaga kepercayaannya, sehingga di masa mendatang Indonesia tetap menarik bagi investor asing, khususnya China.
Sekalipun selama ini sudah cukup banyak pengusaha China yang menanamkan modalnya di Indonesia, namun keberadaan mereka di Indonesia akan terus ditingkatkan sejalan dengan kesepakatan Kerjasama Strategis yang telah ditandatangani kedua kepala negara, di Jakarta April 2005.
"Adanya forum ini merupakan salah satu upaya kita bersama instansi terkait di Indonesia untuk menjalankan salah satu pilar kemitraan strategis, khususnya bidang ekonomi, yakni meningkatkan kerjasama investasi di berbagai bidang," kata Sudrajat.
Dubes menyatakan optimis kedatangan ratusan calon investor China tersebut akan mampu memberikan hasil positif, yaitu makin bertambahnya pengusaha China yang merealisasikan penanaman modal di Indonesia.
"Saya optimis akan ada banyak pengusaha China yang menanamkan modalnya di Indonesia, usai pelaksanaan forum ini mengingat persiapan matang telah kita siapkan," katanya.
Bidang investasi yang akan ditawarkan oleh pemerintah Indonesia dalam forum itu antara lain pertambangan, energi, industri, kehutanan, infrastruktur, pertanian, kelautan, serta pariwisata.
Calon investor China yang akan hadir dalam forum itu antara lain datang dari Wilayah Otonomi Guangzi, Provinsi Guangdong, Provinsi Fujian, Provinsi Shandong, serta Kotamadya Tianjin. (kpl/rif)