Kualitas beras yang dibagikan di tiga desa, yaitu Karangmojo, Karanganyar dan Karangwuni, tersebut berbau kurang sedap dan banyak butiran yang pecah.
Menurut Ngatno, salah seorang staf Desa Karanganyar, di Sukoharjo, Senin (12/5), temuan ini berdasarkan laporan dari warga miskin yang menerima penyaluran untuk bulan Mei 2008.
Kualitas beras yang buruk ini, lanjut dia, baru terjadi pada bulan ini, sedangkan pada bulan-bulan sebelumnya, kualitas beras yang disalurkan cukup baik.
Bahkan, kata dia, kandungan butiran beras yang pecah mencapai 20%.
Hal senada juga disampaikan Kades Karanganyar, Suyadi.
Menurut dia, jika tidak ada laporan dari warga, kondisi beras yang kurang baik ini tidak mungkin diketahui.
"Kami tidak berani membuka karung beras, karena tugas kami hanya sebatas membagikan," katanya.
Beras untuk warga miskin ini dijual dengan harga Rp1.600 per kg, setiap kepala keluarga memperoleh jatah 15 kg. (kpl/rif)