< >

Miliuner AS Sumbang PM Israel

Selasa, 13 Mei 2008 06:48
Kapanlagi.com - Miliuner AS, Morris Talanski , mengakui dirinya menyumbangkan dana untuk Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert.

"Saya tidak pernah menyangka uang yang saya beri itu ilegal atau salah," kata Talanski, (75), warga AS keturunan Yahudi itu kepada stasiun Channel 10, Minggu (11/5).

"Saya menyangkal dengan tegas bahwa saya ingin berbisnis di Israel...tidak pernah hal itu menjadi tujuan saya. Tidak pernah terlintas dalam pikiranku, dan itu jauh dari kebenaran," kata Talanski.

"(ketika itu) Olmert adalah pangeran (partai) Likud. Dia dihormati, dan saya menghormatinya...saya kira uang itu untuk kampanyenya," kata Talanski.

Olmert terseret skandal itu sejak menjabat perdana menteri pada tahun 2006, dan dia diminta mengundurkan diri oleh oposisi.

Pekan lalu dia mengatakan akan mundur jika dia dinyatakan bersalah. Sebelumnya, kejaksaan menyebut Olmert sedang diselidiki atas dugaan menerima pembayaran secara tidak sah dari Talanski.

Kejaksaan menyebutkan, Olmert menerima banyak uang pada dasawarsa 90-an saat menjabat sebagai walikota Jerusalem dan sebagai menteri perindustrian.

"Warga Israel, saya tatap mata anda dan saya katakan secara jelas, saya belum pernah menerima suap, atau mengantongi uang secara tidak sah," kata Olmert dalam jumpa pers, Kamis.

Tetapi, dia mengakui bahwa dirinya mendapat dana untuk kampanye dari Talansky dan bersikeras bahwa dana itu sah.

Penyelidik anti-suap memeriksa Olmert selama sejam pada hari Jumat, sedangkan bekas manajer kampanyenya, Shula Zaken, sudah empat kali diperiksa.

"Generasiku, yang ingat Shoah (holocaust), melihat negara (Israel) sebagai tempat bagi integritas," kata Talanski lalu menambahkan dirinya bersikap kooperatif dengan polisi.

Pada hari Minggu (11/5), menteri-menteri dari partai Kadima, tempat Olmert bernaung saat ini, memberikan dukungan kepada sang perdana menteri dan berikrar pemeriksaan itu tidak mengganggu jalannya pemerintahan. (kpl/rif)