"Kami memberikan bantuan Rp2 miliar untuk membangun rumah daerah di Kairo sebagai wujud perhatian pemerintah Banten untuk meringankan warga Banten yang sedang menuntut ilmu di negara mesir," kata Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah saat berkunjung ke Kairo, Sabtu (10/5) seusai melaksanakan umroh.
Dalam siaran pers Biro Humas Pemprov Banten, Senin (12/5), menyebutkan, gubernur berkunjung ke Kedutaan Besar Indonesia di Kairo dan bertemu Dubes Indonesia M Fachir, dan kemudian langsung mengunjungi mahasiswa Banten yang jumlahnya sekitar 300 orang.
"Rumah yang akan dibangun nanti akan digunakan untuk pusat pertemuan, diskusi, lokasi tambahan belajar, di samping diperuntukkan bagi mahasiswa asal Banten yang kuliah di sini," ujarnya.
Menurut Gubernur, gedung yang akan dibangun itu selanjutnya diharapkan akan berfungsi sebagai tempat diskusi bagi para mahasiswa, dan digunakan untuk kepentingan bersama mahasiswa di sana. Selanjutnya, di areal gedung itu juga dimungkinkan akan dilengkapi perpustakaan.
Selain itu, dalam kunjungan itu terungkap pula sedikitnya 47% dari sekitar 300 orang mahasiswa asal Banten tidak lulus sesuai jadwal.
Mereka yang lulus sesuai jadwal hanya sekitar 53%. Banyak faktor yang menghambat kelulusan para mahasiswa-mahasiswi di Kairo, salah satunya adalah aturan yang longgar yang diterapkan oleh perguruan tinggi di Kairo, di samping faktor bahasa.
Karena itu, ia mengimbau bagi seluruh masyarakat Banten agar mempersiapkan secara matang anak-anaknya yang akan disekolahkan di Kairo, baik dalam persiapan bahasa, juga mentalnya, karena sekolah di sini aturannya longgar sekali, tidak masuk kuliah tidak jadi masalah.
"Kalau lulus ketika ujian tak masalah, tapi kalau tidak lulus, ini yang jadi masalah," kata Atut seraya menyatakan pihaknya pun mempersiapkan beasiswa bagi siswa berprestasi di sana. (kpl/rif)