< >

Pemberontak Komunis Serang Pertanian Filipina

Selasa, 13 Mei 2008 07:17
Kapanlagi.com - Pemberontak Komunis menyerang satu dari perkebunan terbesar di Filipina selatan, mencuri senjata dan menculik manajer dan seorang petugas keamanannya, kata polisi pada Senin (12/5).

Pemberontak itu membebaskan manajer perkebunan tersebut tanpa cedera sesaat sesudah serangan pada Minggu itu, tapi masih menyekap penasehat keamanan Jose Manero, kata polisi.

Kelompok bersenjata Tentara Rakyat Baru (NPA) itu mencuri enam senjata dalam serangan atas perusahaan kelompok perusahaan Lorenzo di pulau Mindanao tersebut, kata kepala polisi daerah Dionesio Abude, dengan menambahkan bahwa pemberontak itu menuding Manero mempunyai hubungan dengan tentara.

Penduduk menyatakan, Manero adalah sosok kunci dalam perselisihan aliran Islam-Nasrani pada 1960-an, yang berpuncak dengan perlawanan oleh kelompok Moro di negara itu pada 1970-an.

Manila masih dalam perundingan dengan satu unsur perlawanan, Kubu Pembebasan Islam Moro, sesudah menandatangani perjanjian naskah perdamaian dengan unsur lain pada 1996.

Keluarga Lorenzo adalah salah satu di antara petani terbesar di Mindanao, lumbung Pilipina.

NPA, yang beranggota 5.000 orang, salah satu pemberontakan Maois terlama di dunia, memusatkan perhatian pada sasaran bukan tentara pada beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari pemerasan untuk mengumpulkan dana untuk gerakan tersebut, kata tentara.

Tiga pemberontak komunis tewas pada akhir pekan lalu akibat bentrok dengan tentara pemerintah di propinsi Filipina timur, kata laporan tentara.

Tentara sedang meronda ketika bertemu kelompok sekitar 20 gerilyawan di desa Alayao, kota Capalonga di propinsi Camarines Utara, 165 kilometer tenggara Manila.

"Baku tembak itu berlangsung 30 menit, yang berakibat dengan tiga pemberontak tewas dan dua senapan M14 dan satu M16 ditemukan," kata laporan itu.

Tidak ada korban di pihak pemerintah dalam bentrok di semenanjung Bicol tersebut, tambahnya.

Pemberontak komunis memerangi prajurit pemerintah Filipina sejak ahir 1960-an, membuat gerakan itu salah satu pemberontakan kiri terlama di Asia.

Seorang pejabat polisi pada Senin (12/5) tewas akibat serangan tersangka pemberontak komunis di luar rumahnya di kota Filipina timur, kata pejabat.

Inspektur Narciso Guarin, wakil kepala polisi daerah untuk sumberdaya manusia, ditembak saat keluar dari rumahnya di kota Legazpi, propinsi Albay, 330 kilometer selatan Manila.

Guarin, mantan direktur kepolisian kota, meninggal akibat banyak luka tembak di kepala dan badannya.

Polisi menyatakan, serangan itu dilakukan oleh sedikitnya dua orang bersenjata, yang diduga pembunuh terlatih dari NPA, sayap bersenjata Partai Komunis Filipina.

Jasad Guarin, terutama pada wajahnya, penuh luka tembak, sehingga sulit dikenali. Keluarganya menyatakan dia tidak pernah menerima ancaman apa pun.

Guarin adalah pakar sandi dan mantan kepala polisi di kota itu. Legaspi adalah kota pusat perdagangan di semenanjung Bicol, satu daerah miskin, yang dikuasai gerilyawan komunis.

Pada saat kematiannya, Guarin menjabat wakil kepala bidang keanggotaan di markas besar kepolisian wilayah.

Direktur Jenderal Avelino Razon, kepala kepolisian negara, menyiagakan polisi dan tentara di seluruh negara untuk menahan kemungkinan peningkatan serangan NPA di tengah kematian Guarin.

Pada Senin (12/5) pagi, tiga tentara tewas dan 21 lagi cedera dalam serangan terpisah pemberontak komunis di propinsi Cotabato Utara, Filipina selatan. (kpl/rif)