"Konsumsi kalori masyarakat Sulut saat ini mencapai 4000 kalori per hari, dua kali lipat lebih besar dari rata-rata nasional yang hanya 2000 kalori," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sulut, Frets Kaunang, di Manado, Senin (12/5).
Pemenuhan kalori terpenuhi melalui ketersediaan komoditi pangan seperti beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kedelai, daging, ikan, telur dan minyak goreng.
Total ketersediaan pangan di Sulut saat ini, kata Kaunang, jenis pangan nabati dengan energi 4.501,89 kkal per kapita per hari, protein 64,08 gram per kapita per hari, dan lemak 89,14 gram per kapita per hari.
Sedangkan pangan dari sumber hewani dengan energi 296,63 kkal per kapita per hari, protein 48,11 gram per kapita per hari dan lemak 17,68 per kapita per hari, jelas Kaunang.
Sementara konsumsi pangan Sulut tahun 2005 hingga 2007 menunjukkan peningkatan signifikan, tahun 2005 konsumsi energi 2.181 kkal per kapita per hari, protein 60,19 gram per kapita per hari, tahun 2006 konsumsi energi 2.163 kkal per kapita per hari dan protein 60,66 gram per kapita, dan tahun 2007 naik lagi menjadi energi 2.195 kkal per kapita per hari dan protein 59,99 gram per kapita per hari.
Khusus beras, kata Kaunang, memang dilihat dari produksi petani defisit 20.349 ton per tahun, tetapi jumlah tersebut dapat ditutupi dengan pasokan beras oleh pedagang antar pulau dan Perum Bulog.
Produksi beras Sulut tahun 2008 diperkirakan mencapai 245.508 ton sedang kebutuhan 265.557 ton, produksi jagung 409.791 ton (kebutuhan 6.435 ton), produksi ubi kayu 73.303 ton (kebutuhan 29.853 ton), produksi ubi jalar 37.840 ton (kebutuhan 9.648 ton), produksi daging 31.284 ton (kebutuhan 9.573 ton), produksi ikan 214.056( kebutuhan 81.470), produksi telur 9.139 ton (kebutuhan 8.444 ton), produksi minyak goreng 20.000 ton per bulan (kebutuhan 3000 ton per bulan). (kpl/rif)