< >

Mualim KM Indah Mulia Bantah Menyeludupkan Miras

Selasa, 13 Mei 2008 08:49
Kapanlagi.com - Mualim KM Indah Mulia, Abdul Halim, (48) membantah menyelundupkan minuman keras (miras), beras, dan gula pasir yang diimpor dari Singapura.

"Kami memiliki dokumen resmi," kata Abdul kepada pers di Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepri, Senin.

KM Indah Mulia milik Aceng, pengusaha ternama di Tanjungpinang, ditemukan tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Ditjen Bea dan Cukai membawa beras, gula dan miras di pelabuhan bongkar muat barang Sri Payung KM 6 Tanjungpinang pada Sabtu sore (10/5).

Ketiga jenis barang itu ditemukan di palka kapal.

"Kalau penyelundupan, di pelabuhan tidak resmi. Sedangkan kami melakukan pembongkaran di pelabuhan resmi," kata Abdul.

Ia menyatakan tidak mengetahui UU Nomor 17/2006 tentang Kepabeanan.

"Kami tidak tahu soal peraturan itu. Lagipula kami baru sekali membawa beras, gula dan minuman beralkohol," ujarnya.

Ia menerangkan, jumlah beras yang diimpor dari Singapura sebanyak 400 karung, gula 1.000 karung dan miras 4.000 karton.

KM Indah Mulia hanya memperoleh uang pengangkutan.

"Sebagian barang masih di kapal, sedangkan sebagiannya lagi sudah dimasukkan dalam gudang," ujarnya.

Setelah sebagian barang dimasukkan ke dalam gudang, KM Indah Mulia yang sudah disegel petugas langsung diparkir di sekitar perairan Pulau Bayan.

Ia membantah bahwa barang-barang yang telah di tengah petugas diambil kembali secara diam-diam.

Menurutnya, petugas menjaga ketat kapal itu.

"Isu itu tidak benar. Kalau barang-barang itu hilang kami minta pertanggungjawaban Bea dan Cukai," katanya.

Kasi Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea dan Cukai Tanjungpinang, Agus P mengatakan, kasus pelanggaran ketentuan kepabeanan yang diduga dilakukan KM Indah Mulia akan diselidiki.

"Kami belum menentukan siapa tersangka dalam kasus itu karena belum diselidiki," ujar Agus.

BC juga belum mengetahui berapa jumlah barang yang dibawa Km Indah Mulia.

"Secara resmi belum kami hitung karena sebagian besar masih di dalam kapal. Kapal sekarang berada di tengah laut, tapi tetap dikawal ketat," ujarnya. (*/cax)