< >

Gempa di China Tewaskan Hampir 10 Ribu Orang

Selasa, 13 Mei 2008 08:51
Kapanlagi.com - Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi Senin di Provinsi Sichuan, China barat daya, telah naik menjadi hampir 10.000, demikian keterangan markas lembaga pertolongan bencana.

Jumlah tersebut naik dari lebih 8.500 jiwa yang disiarkan Senin petang oleh pemerintah lokal.

Puluhan kendaraan militer sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Beichuan, tempat beberapa pejabat mengatakan sebanyak 80% bangunan ambruk.

Warga desa yang menyelamatkan diri mengatakan kota kecil tua Beichuan dipenuhi tumpukan puing, dan kota kecil baru tersebut juga mengalami kerusakan besar, terutama taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah, serta sekolah kejuruan.

Petugas pertolongan terperangkap sekitar 10 kilometer dari Kabupaten itu. Batu berjatuhan dari gunung dan bertumpuk di atas batu besar sebesar rumah yang sudah menghalangi beberapa bagian jalan.

Warga desa mengatakan bebatuan jatuh dengan suara bergemuruh ketika gempa bumi terjadi. Mereka memperingatkan bahwa itu keadaan berbahaya bagi manusia untuk bergerak maju, sewaktu batu yang berjatuhan dapat mendorong kendaraan ke bawah bukit dan langsung ke dalam sungai yang mengalir di lembah tersebut.

27 lagi tewas

Sementara itu, tak kurang dari 27 orang telah tewas di kabupaten di dekat pusat gempa berkekuatan besar yang mengguncang China barat daya, Senin, kata seorang pejabat lokal Selasa.

Sebanyak 327 orang lagi cedera dan empat orang belum ditemukan, kata Gao Jiajun, Keapala Kabupaten Maoxian, Prefektur Otonomi Tibet-Qiang, Aba, Provinsi Sichuan.

Gao dihubungi oleh He Biao, Wakil Sekretaris Jenderal pemerintah prefektur Aba, melalui telpon satelit sekitar pukul 04:38, sekitar 14 jam setelah wilayah itu terputus dari dunia luar, demikian antara lain isi suatu pernyataan yang disiarkan melalui pemerintah prefektur.

Gempa bumi berkekuatan 7,8 pada skala Richter mengguncang Kabupaten Wenchuan, hanya sekitar 40 kilometer di sebelah barat daya Maoxian, sekitar pukul 14:28 waktu setempat Senin. Sejumlah gempa susulan telah terjadi.

Gao mengatakan banyak rumah ambruk di Kabupaten Maoxian, selain terputusnya jalan, saluran komunikasi dan pasokan air serta listrik.

"Tanah longsor juga telah menimbun bus pariwisata ... ," katanya.

Gempa tersebut adalah yang paling kuat yang mengguncang China sejak gempa Tangshan di Provinsi Hebei, China utara, pada 1976, yang menewaskan 242.000 orang.

Guncangan gempa kuat itu juga sangat terasa di banyak wilayah lain di negeri tersebut, termasuk Beijing, Shanghai dan Tibet.

Prefektur Aba telah berjanji akan memulihkan jalan yang rusak dan jaringan komunikasi yang terputus secepatnya "dengan segala upaya yang mungkin", demikian isi pernyataan lain yang disiarkan melalui laman resmi pemerintah lokal. (*/cax)