< >

Perdagangan Indonesia - Hong Kong Alami Surplus

Selasa, 13 Mei 2008 11:10
Kapanlagi.com - Hubungan perdagangan Indonesia dengan Hong Kong dalam empat tahun terakhir menunjukkan peningkatan dan Indonesia selalu mengalami surplus.

"Perdagangan Indonesia-Hong Kong terus meningkat dan kita selalu mengalami surplus," kata Konsul Perdagangan Hong Kong, Haris Munandar ketika dihubungi Antara, di Beijing, Selasa (13/5).

Menurutnya, total perdagangan Indonesia-Hong Kong pada 2004 sebesar US$2,85 miliar, naik menjadi US$3,18 miliar pada 2005, dan naik lagi menjadi US$3,34 miliar pada 2006. Pada 2007 mencapai US$3,89 miliar.

Dari total perdagangan sebesar itu, impor Hong Kong dari Indonesia sebesar US$1,74 miliar pada 2004, naik menjadi US$1,92 miliar pada 2005, stabil pada 2006 sebesar US$1,92 miliar dan pada 2007 naik menjadi US$2,07 miliar.

Sementara ekspor Hong Kong ke Indonesia pada 2004 sebesar US$1,10 miliar, naik menjadi US$1,26 miliar pada 2005, naik kembali menjadi US$1,42 miliar pada 2006 dan pada 2007 sebesar US$1,81 miliar.

"Dari selisih ekspor dan impor tersebut, Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Hong Kong meskipun cenderung berkurang," kata Haris.

Surplus perdagangan yang dialami Indonesia pada 2004 sebesar US$638,64 juta, pada 2005 sebesar US$657,35 juta, pada 2006 sebesar US$493,92 juta dan pada 2007 sebesar US$262,41 juta.

Komoditas utama yang diimpor Hong Kong dari Indonesia selama 2007 antara lain elektronika dan alat perekam, benang tenun dan kain tekstil, ikan dan hasil laut, karet dan produk karet, sepatu, minyak dan lemak sayuran, kopi, teh, kakao, rempah-rempah, mebel, serta komponen otomotif.

Menurut Haris, peluang Indonesia meningkatkan ekspor berbagai komoditas terbuka mengingat sejumlah peluang ekspor ke wilayah itu.

Ia menyebutkan, sejumlah peluang yang dimaksud antara lain hampir tidak ada hambatan perdagangan di pasar Hong Kong, sumber daya alam Hong Kong hampir tidak ada, pertumbuhan ekonomi terus meningkat, serta daya beli masyarakat sangat tinggi.

Selain itu juga, katanya, Hong Kong merupakan pusat pameran dunia sehingga hampir seluruh pembeli asing mencari barang via wilayah itu, selain Hong Kong merupakan salah satu anggota Closer Economic Partnership Arrangement (CEPA).

"Itu artinya terbuka kesempatan memasuki pasar China dan Makao untuk memasok bahan baku industri yang ada di kawasan Pearl River Delta," katanya. (*/lin)