Dirjen UNESCO merupakan salah seorang dari enam pembicara luar negeri dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 14-16 Juni, demikian informasi yang diperoleh dari panitia pelaksana pada Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Selasa.
Lima pembicara tamu asing lainnya masing-masing Dr Shangkar Dhayal Dvivedi dari Uthar Prodesh University India, Prof Dr Jenskin (Amerika Serikat), Adrian Vickers (Australia), Shenji Yamasitha (Jepang) dan Dr Mark Hobart (Inggris).
Selain enam pembicara dari luar negeri, seminar yang melibatkan sedikitnya 400 peserta itu juga menampilkan sembilan pembicara dari tingkat nasional.
Pembicara yang telah dijadwalkan tersebut meliputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik tentang budaya dan pariwisata, Departemen luar negeri "hubungan internasional melalui kebudayaan", Bappenas "Perencanaan pembangunan kebudayaan", Dirjen HAKI Departemen Hukum dan HAM, Putu Wijaya tentang peradaban bangsa serta Prof Dr Komang Gede Bendesa dengan kertas kerja "Ekonomi kapitalisme dan kebudayaan".
Dalam kegiatan tersebut juga akan tampil 12 pembicara dari Bali sehingga totalnya mengundang 25 pembicara lokal, nasional dan internasional.
Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs I Nyoman Nikanaya berharap kongres kebudayaan tersebut mampu memberikan masukan dan merumuskan kebudayaan Bali dalam memasuki era global.
Seni budaya Bali selama ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara untuk menikmati liburan di Bali. Semakin banyaknya wisatawan datang ke Bali dikhawatirkan mempengaruhi jati diri dan kekokohan dalam melestarikan dan mewarisi seni budaya Bali.
Melalui kongres kebudayaan Bali diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran untuk tetap mempertahankan kekokohan seni budaya dan jati diri sebagai bangsa Indonesia di tengah pengaruh budaya global, khususnya dari wisatawan mancanegara yang berliburan ke Pulau Dewata, harap Nikanaya.
Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar akan melakukan bedah buku berjudul Pentas Seni situs Bali karya salah seorang dosennya I Kadek Suartaya, SS Kar, MSI (47), sebagai upaya menyemarakkan kongres tersebut.
Buku tersebut setebal 150 halaman memuat tentang perkembangan seni budaya Bali, termasuk tetap eksisnya di tengah perkembangan pariwisata yang sangat pesat. (*/cax)

Gary Barlow
Mark Owen
Howard Donald
Robbie Williams
Jason Orange


