Harian Herald punya citra sebagai suara resmi partai ZANU-PF yang dipimpin Presiden Robert Mugabe. Koran tersebut bersikap kritis terhadap oposisi Movement for Democratic Change (MDC) yang memenangi pemilihan pada 29 Maret.
Situs www.herald.co.za sejak hari Sabtu tutup akibat ulah seseorang yang menamakan diri "r4b00f". Para pengunjung diarahkan ke situs web koran milik pemerintah yang terbit hari Minggu.
Headline situs tersebut diganti dengan kata Gukurahundi, untuk mengingatkan aksi militer kejam yang diduga dilakukan pemerintah setelah negara tersebut mendapat kemerdekaan.
"Benar, kami telah diretas.Kami masih menunggu penyedia jasa web untuk menindak-lanjuti. Seharusnya besok kami sudah berjalan sebagaimana mestinya," kata IT Manager Herald, Thomson Ndovi, kepada Reuters.
Kelompok-kelompok HAM menuduh pemerintahan yang dipimpin Mugabe melakukan berbagai kekejaman di Zimbabwe bagian barat yang menyebabkan 20 ribu tewas.
Pemerintah mengemukakan mereka memadamkan pemberontakan yang saat itu dilakukan oleh oposisi PF-ZAPU.
Ketua oposisi, Morgan Tsvangirai, mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa dirinya akan mengikuti pemilihan presiden putaran dua meski dia yakin telah menang telak dari Mugabe dalam Pemilu pertama. Dia menuduh ZANU-PF mencurangi perolehan suara. (*/cax)

Linguini
Remy
Skinner
Blueis
Emile


