Perkelahian Warnai Demo Mahasiswa di Bojonegoro

Kapanlagi.com - Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa tergabung dalam Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jawa Timur yang menolak kenaikan harga BBM di gedung DPRD setempat, Selasa (13/5), diwarnai insiden perkelahian antara mahasiswa dan polisi.

Akibatnya, dua pengunjuk rasa, Munif dan Muhaimin diamankan polisi. Sedangkan seorang anggota polisi menderita luka ditangannya hingga berdarah, terkena gigitan pengunjuk rasa.

Korlap pengunjuk rasa, Zaenuri menyatakan, perkelahian yang terjadi tersebut hanya karena kesalahpahaman antara petugas dan para mahasiswa. Para mahasiswa yang berunjuk rasa berusaha masuk ke gedung DPRD, tetapi karena dilarang akhirnya terjadi aksi dorong.

"Kami tidak berniat melawan petugas, justru kami yang dipukuli. Karena itu, kami mendesak polisi melepas dua rekan kami, " katanya.

Sebelumnya, para pengunjuk rasa sudah mengajukan surat kepada DPRD untuk melakukan dengar pendapat, pada hari Selasa (13/5) ini. Tetapi, permintaan pengunjuk rasa ditolak dan dijanjikan dua hari lagi diterima DPRD.

Ketika itu, puluhan pengunjuk rasa yang berada persis di depan pintu masuk gedung DPRD berusaha masuk ke gedung DPRD, meskipun sekitar 15 anggota Polres dan Satpol PP menjaga pintu masuk.

Karena dihadang, mereka berusaha mendorong petugas, hingga terjadi aksi dorong mendorong. Dalam kejadian ricuh yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut, seorang petugas polisi tangannya berdarah, karena digigit salah satu pengunjuk rasa.

Diduga sebagai pelaku, Munif yang juga menderita luka bocor di kepalanya, diamankan petugas, termasuk seorang pengunjuk rasa lainnya, Muhaimin.

Karena kedua rekannya diamankan polisi, para pengunjuk rasa berusaha menunggu di depan gedung DPRD, sebelum akhirnya membubarkan diri, karena siang ini mereka harus melaksanakan ujian.

Menurut Zaenuri, adanya kenaikan harga BBM akan membawa dampak, tarif angkutan semakin mahal, harga barang melambung, industri kecil dan menengah semakin terpuruk, PHK buruh industri, angka kemiskinan bertambah.

"Kami menolak adanya kenaikan harga BBM," katanya menegaskan. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com