Pemerintah Yakin Wisman Tak Terpengaruh Harga Minyak
Kapanlagi.com - Pemerintah tetap optimis jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dari Eropa dan kawasan Timur Tengah ke Indonesia akan tetap naik dibanding tahun sebelumnya, meski pariwisata global terpengaruh oleh harga minyak dunia yang makin tinggi."Sampai saat ini kita belum melihat adanya pembatalan wisman datang ke Indonesia. Wisman yang terpengaruh harga minyak dunia mungkin dari Amerika, tapi wisman dari Eropa kita prediksikan naik," kata Dirjen Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar, di kantornya di Jakarta, Selasa (13/5). Dia optimis wisman Eropa tidak terpengaruh kondisi harga minyak dunia yang naik, karena nilai tukar mata uang Euro cenderung menguat. "Bahkan dari ATM (Arab Tourism Mart) kemarin, akan ada lebih dari 25.000 wisman yang akan datang ke Indonesia," kata Sapta yang juga hadir pada perhelatan ATM pada April lalu di Dubai, Uni Emirat Arab. Eropa dan Rusia sebagai salah satu pasar utama pariwisata Indonesia, Depbudar memang menargetkan adanya kenaikan sebanyak 13,6% atau 600.000 wisman selama 2008 dari sekitar 528.000 wisman pada 2007. Sapta menjelaskan, sekitar 528.000 wisman dari Eropa pada 2007 terdiri dari sekitar 102.000 wisman Jerman, 107.000 wisman Belanda, 128.000 wisman Inggris dan 45.000 wisman dari Rusia. "Wisman dari Rusia paling banyak membelanjakan uang, rata-rata di atas US$2.000, sedangkan wisman Eropa rata-rata membelanjakan sekitar US$900," jelasnya. Sedangkan wisman dari Timur Tengah, Depbudpar menargetkan dapat menggaet 80.000 orang pada 2008 atau naik 75% dari sekitar 45.000 wisman tahun 2007. Naik 15% Sapta juga mengatakan, berdasar data BPS dari 15 pintu masuk Indonesia ada kenaikan jumlah wisman sekitar 15% dalam kurun waktu Januari - Maret, yaitu dari 1,2 juta wisman pada 2007 menjadi 1,4 juta wisman pada 2008. Data BPS menunjukkan jumlah wisman pada Januari 2008 meningkat 13,3% dari sekitar 386.000 wisman pada Januari 2007 menjadi 438.000 wisman; sedangkan Februari naik dari 385.000 wisman pada Februari 2007 menjadi 446.000 orang pada Februari 2008; dan Maret 2008 mengalami kenaikan 13,3% dari 443.000 wisman Maret 2007 menjadi 502.000 wisman pada Maret 2008. Pemerintah sendiri menargetkan, dari penyelenggaraan Visit Indonesi Year (VIY) 2008 dapat mendatangkan 7 juta (wisman) dengan penerimaan devisa US$6,7 miliar, meski target 6 juta wisman pada 2007 hanya dapat tercapai 5,5 juta wisman dengan total penerimaan devisa pariwisata US$5,3 miliar. (kpl/rif) |