< >

Kemeneg BUMN: Garuda Harus Untung Dua Tahun Sebelum IPO

Selasa, 13 Mei 2008 19:14
Kapanlagi.com - Kementerian Negara BUMN mensyaratkan PT. Garuda Indonesia harus terlebih dahulu meraup laba minimal dua tahun berturut-turut sebelum melakukan penawaran saham perdana (IPO/Initial Public Offering).

"IPO Garuda bisa saja, tapi dengan syarat dua kali untung berturut-turut," kata Sekretaris Kementerian Negara BUMN, Muh. Said Didu, di Jakarta, Selasa (13/5).

Tahun lalu Garuda telah berhasil membukukan laba perusahaan dan menurut Said, bila tahun ini BUMN penerbangan tersebut mampu kembali meraup laba, maka IPO dapat dilakukan pada 2009.

Namun, ia mengatakan, bila 2009 dinilai terlalu mendesak, maka pihaknya akan menjadwalkan usulan IPO Garuda pada DPR untuk 2010.

"Kita berharap mudah-mudahan bisa dilakukan IPO 2009, tapi kalau tidak, kita akan push pada 2010," katanya.

Pihaknya juga akan mempertimbangkan kondisi pasar modal sebelum melepas saham Garuda ke publik.

"Kita masih harus menunggu keputusan dari DPR juga," katanya.

Privatisasi Garuda telah ditetapkan melalui IPO. Sedangkan opsi privatisasi melalui metode strategic sales yang semula sempat direncanakan untuk Garuda tidak akan diterapkan, mengingat saat ini kondisi BUMN penerbangan itu sudah semakin membaik.

"Arahnya IPO, sedangkan opsi strategic sales sampai sekarang tidak pernah diwacanakan lagi," katanya.

Sebelumnya, President & CEO PTB Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, tetap memastikan perusahaannya akan melepas saham perdana (IPO/Initial Public Offering) pada 2009.

Manajemen telah melakukan sejumlah persiapan, di antaranya dengan meningkatkan terlebih dahulu nilai tambah (value) perusahaan sebelum kemudian melepas saham ke pasar.

Emirsyah optimistis Garuda akan semakin sehat tahun ini, ditandai dengan mampunya perusahaan meraih untung pada tutup buku tahun lalu.

Menurut dia, saat ini yang terpenting adalah meningkatkan cara memperbaiki neraca keuangan perusahaan melalui rekapitulasi dan restrukturisasi utang-utang.

Pihaknya juga bertekad memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, salah satunya dengan meminimalisir `delay` atau keterlambatan pemberangkatan pesawat.

Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, belum lama ini mengatakan, PT Garuda Indonesia akan dipersiapkan untuk diprivatisasi melalui metode IPO (Initial Public Offering/penawaran saham perdana) pada 2009.

Saat ini kondisi keuangan termasuk utang-utang Garuda telah berhasil terstrukturisasi, sehingga belum akan diprivatisasi pada tahun ini.

Dan untuk memperoleh manfaat pajak yang lebih besar, pihaknya akan melepas saham ke pasar dalam kisaran 30 hingga 40%.

Menteri juga menegaskan, pelepasan saham tersebut juga sangat tergantung kondisi dan perkembangan pasar.

Apalagi saat ini Garuda telah terstrukturisasi dengan baik, sehingga potensi privatisasi melalui IPO menjadi semakin besar. (kpl/rif)