Selain korban tewas, belasan siswa kelas satu yang diangkut dengan menggunakan truk tersebut, juga mengalami luka berat dan ringan.
Para korban tersebut dievakuasi ke Puskesmas Weru yang berjarak cukup dekat dari lokasi kejadian, sedangkan korban luka yang tidak dapat ditangani puskesmas ini dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Selogiri, Wonogiri.
Adapun korban tewas dalam kejadian ini masing-masing Iwan Setyawan, Mei Risdyanto dan Dani.
Menurut salah seorang siswa, Abdul Lukman (15), kejadian nahas tersebut bermula ketika pihak sekolah menjadwalkan kegiatan luar ruangan bagi para siswa kelas satu
Ia mengatakan, rombongan nahas ini merupakan kelompok kedua yang diangkut oleh truk yang sama, setelah sebelumnya, truk ini juga telah menghantarkan satu rombongan siswa ke lokasi.
"Rombongan pertama yang diantar truk ini sudah diturunkan di lokasi kegiatan dengan selamat, kemudian truk ini mengangkut rombongan kedua," katanya.
Saat mengangkut rombongan kedua ini, lanjut dia, truk mengambil jalur yang berbeda dengan rombongan pertama.
Jalur yang dilalui truk ini, kata dia, memang jauh lebih dekat, tetapi tanjakannya lebih curam.
Saat melewati tanjakan, kata dia, ketika baru setengah jalan, tiba-tiba mesin truk mati dan meluncur mundur ke bawah.
Karena kondisi jalan yang tidak rata, truk kemudian terguling ke kiri, hingga menyebabkan puluhan siswa yang diangkut tumpah.
Pengakuan yang sama juga dikatakan Nuryanto, siswa kelas satu jurusan otomotif.
Menurut dia, para korban yang tewas tersebut ada yang tertimpa badan truk, ada pula tewas setelah terlempar dari bak truk.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Yudawan menyayangkan kejadian ini.
Ia mempertanyakan kendaraan truk bak terbuka untuk mengangkut manusia. Apalagi, kondisi truk tersebut kurang baik, sehingga ketika menanjak tidak kuat.
Menurut dia, sopir truk dengan nomor polisi AD 9021 MB yang terguling tersebut, langsung diamankan polisi untuk dimintai keterangan. (kpl/rif)