< >

Operasi Pelajar di Bogor, Satgas Sita Celurit

Selasa, 13 Mei 2008 22:22
Kapanlagi.com - Operasi pelajar yang selenggarakan satuan tugas (Satgas) Pelajar Kota Bogor, Selasa (13/5), berhasil menyita sebuah celurit milik Fahmi Ilham, seorang pelajar sebuah SLTA Negeri di Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor.

Koordinator Satgas Pelajar Kota Bogor, Dede Suherman mengatakan, pelajar tersebut tidak ditahan, tapi diminta membuat surat pernyataan tertulis di kantor Satgas Pelajar di Dinas Pendidikan Kota Bogor dan kemudian dikembalikan ke sekolah untuk dibina oleh sekolahnya.

"Setelah tertangkap oleh tim Satgas Pelajar dan menyita celuritnya, pelajar tersebut kami minta membuat surat pernyataan tertulis yang didampingi pembina dari sekolahnya. Setelah itu, kami serahkan ke sekolahnya untuk dibina," kata Dede Suherman di Bogor, Selasa (13/5).

Dijelaskan Dede, operasi pelajar yang digelar Satgas Pelajar Kota Bogor hari ini bertujuan mencari para pelajar yang melakukan aksi corat-coret (graffiti) pada baju temannya maupun di tembok, usai mengikuti ujian sekolah SLTA.

Namun operasi pelajar yang menurunkan 76 personil Satgas Pelajar dan 20 personil Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran (Gepenta) Kota Bogor, tidak mendapatkan pelajar yang melakukan aksi corat-coret.

"Kalau tidak ada pelajar yang melakukan aksi corat-coret setelah ujian, itu berarti pembinaan pelajar di sekolah sudah berhasil," katanya.

Diakuinya, usai penyelenggaraan ujian nasional (UN) tingkat SLTA, pada Kamis (24/4) lalu, tim Satgas Pelajar berhasil menangkap 29 pelajar SLTA di Kota Bogor yang melakukan aksi corat-coret baju dan menaiki kendaraan umum melintas di depan kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Setelah ditangkap dan diinterogasi, para pelajar tersebut mengaku akan menuju ke Cileungsi Kabupaten Bogor untuk tawuran dengan pelajar di kecamatan tersebut.

Dari pelajar tersebut berhasil disita pukulan kayu, rantai sepeda motor, serta gir sepeda motor dipasang di ujung kayu.

"Senjata-senjata itu kami sita dan para pelajar tersebut kami minta membuat surat pernyataan tertulis dan kami serahkan ke sekolahnya masing-masing," katanya.

Menurut dia, cikal bakal Satgas Pelajar dibentuk pada 200 setelah pelajar dari beberapa SMK melakukan tawuran. Namun, beberapa tahun kemudian, pelajar yang tawuran tidak hanya pelajar SMK, tapi juga SMA.

"Karena itu, Satgas Pelajar dibentuk secara formal sejak 2003, bertugas menertibkan pelajar di luar sekolah," katanya. (kpl/rif)